SAPA DWP: Upaya Masif DWP Aceh Barat Tanamkan Karakter Peduli Lingkungan Sejak Dini

Meulaboh (Metrozone.net) – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Aceh Barat semakin masif mengampanyekan gerakan pelestarian lingkungan. Melalui program inovatif SAPA DWP (Sambut Aceh Barat Pesona Bersama Dharma Wanita Persatuan), organisasi ini turun langsung ke sekolah-sekolah untuk menanamkan karakter peduli lingkungan sejak dini.

​Pada hari ini, Sabtu (25/4/2026), tim SAPA DWP secara serentak menyambangi dua sekolah dasar, yakni SDN 14 Meulaboh dan SDN 25 Meulaboh, sebagai kelanjutan dari aksi serupa yang sebelumnya sukses diluncurkan di SDN Percontohan pada Februari lalu.

​Dalam aksi yang bertajuk “DWP Mengajar”, suasana ruang kelas dan halaman sekolah berubah menjadi laboratorium lingkungan. Para siswa tidak hanya duduk mendengarkan penjelasan, tetapi diajak berinteraksi langsung dengan jenis-jenis limbah yang sering mereka temui sehari-hari.

​Edukasi difokuskan pada klasifikasi sampah di sektor hulu, yaitu:
​Sampah Organik: Mengajarkan siswa bagaimana sisa makanan dapat diolah kembali.

​Sampah Anorganik dengan mengenalkan potensi ekonomi dari botol plastik dan kertas melalui daur ulang serta ​Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang memberikan peringatan dini mengenai bahaya limbah seperti baterai bekas dan kemasan kimia rumah tangga

​Plt. Ketua DWP Aceh Barat, Cut Zulfahnur Syafitri, dalam keterangannya menekankan bahwa sekolah adalah tempat terbaik untuk memutus rantai perilaku membuang sampah sembarangan.

​”Kami percaya perubahan besar bermula dari rumah dan sekolah. Hari ini kita tanamkan pemahaman, besok kita tuai budaya bersih. Kami ingin anak-anak Aceh Barat paham bahwa sampah bukan sekadar kotoran, tapi sesuatu yang bisa dikelola jika dipilah dengan benar dari sumbernya,” jelas Cut Zulfahnur Syafitri.

​Gerakan SAPA DWP menjadi bukti nyata efektivitas kolaborasi antar-lembaga di Aceh Barat. Keberhasilan program ini didukung penuh oleh ​Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sebagai pengawas teknis kebijakan lingkungan. Dinas PUPR Aceh Barat yang memberikan dukungan sarana infrastruktur lingkungan dan ​Bank Sampah Dolah Recycle selaku mitra sektor kreatif yang siap menampung hasil pilahan sampah siswa dan ​OKP Move On yang merupakan organisasi kepemudaan yang membantu pendampingan edukasi secara interaktif.

​Sejak dimulai (kick-off) pada 13 Februari 2026 di SDN Percontohan, program ini telah menunjukkan tren positif. DWP Aceh Barat telah menyusun peta jalan (roadmap) agar edukasi ini menyentuh seluruh lapisan pelajar.

​”Target kami tidak hanya berhenti di tingkat SD. Kami akan bergerak secara bertahap ke jenjang SMP hingga SMA di seluruh Aceh Barat. Saat ini, tim kami sedang menyusun jadwal kunjungan berikutnya. Jadi, untuk sekolah-sekolah lain, tunggu kehadiran kami,” tambah Cut Syafitri.

​Melalui slogan “Pilah dari Hulu, Wariskan Lingkungan ASRI untuk Masa Depan”, DWP Aceh Barat berharap gerakan ini mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap ekologi. Dengan keterlibatan tangan-tangan kecil para siswa hari ini, visi mewujudkan Indonesia yang sehat dan asri bukan lagi sekadar impian, melainkan warisan nyata bagi masa depan (*)

Penulis: Almanudar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *