Meulaboh (Metrozone.net) – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memulai pengaspalan ruas jalan penghubung Desa Blang Mee dan Desa Seuradeuk, Kecamatan Woyla Timur, Aceh Barat. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menuntaskan keterisolasian wilayah pedalaman secara berkelanjutan.
Ruas jalan ini yang harus ditingkatkan kurang lebih 8 kilometer dan dikerjakan secara bertahap (multi-years) menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah setiap tahunnya. Pada tahun anggaran 2026 ini, pengerjaan difokuskan pada titik Gunong Manggi, sebuah kawasan tanjakan yang selama ini menjadi hambatan utama bagi mobilitas warga karena kondisinya yang belum tersentuh aspal.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan PUPR Aceh Barat, Beni Hardi, menjelaskan bahwa pengerjaan tahun ini didanai oleh Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2026 dengan pagu anggaran mencapai Rp470.586.000,- dengan panjang yang diaspal 200 meter dan lebar 4 meter.
Pekerjaan proyek ini, kata Beni, dilaksanakan oleh rekanan CV NA Jaya dan mendapat pendampingan hukum dari Jaksa Pengacara Negara (JPN) dari Kejari Aceh Barat untuk memastikan proyek dikerjakan sesuai mutu dan tepat waktu sebagaimana tertuang dalam kontrak
”Setelah melalui tahapan teknis yang ketat, mulai dari penyiapan badan jalan, proses Lapisan Pondasi Atas (LPA) dan Lapisan Pondasi Bawah (LPP), hingga tahap uji coba (Trial), hari ini kita mulai melakukan pengaspalan,” ujar Beni Hardi,” Kamis (30/4-2026)
Beni merincikan bahwa progres pengaspalan di ruas jalan Blang Mee-Seuradeuk telah menunjukkan konsistensi dalam empat tahun terakhir, dimana pada 2023 ruas jalan ini yang diaspal sepanjang 400 meter. Kemudian dilanjutkan pada 2024 dengan panjang 300 meter dan pada tahun 2025 kemarin ruas jalan ini yang ditingkatkan pengaspalan sepanjang 350 meter,” terang Beni
Titik Gunong Manggi dipilih sebagai fokus pengerjaan tahun ini bukan tanpa alasan. Area ini merupakan penghubung krusial yang selama ini dikeluhkan warga karena sering sulit dilalui, terutama saat cuaca buruk, sehingga memutus kontinuitas akses aspal yang sudah dibangun pada tahun-tahun sebelumnya.
”Alhamdulillah, hari ini pengaspalan dimulai. Ini adalah jawaban atas aspirasi masyarakat Woyla Timur yang mendambakan jalan yang terhubung utuh dari Blang Mee hingga Seuradeuk,” tambah Beni
Menurutnya, keberadaan jalan ini dinilai sangat vital bagi geliat ekonomi di Woyla Timur. Sebagai wilayah yang kaya akan hasil pertanian dan perkebunan, jalan yang mantap akan menurunkan biaya logistik bagi petani dalam mengangkut hasil panen ke pusat pasar di Meulaboh atau wilayah sekitarnya.
Selain itu, aspek sosial dan kesehatan juga menjadi perhatian utama. Akses jalan yang mulus akan mempercepat waktu tempuh warga menuju fasilitas kesehatan (Puskesmas atau RSUD), yang sebelumnya sering terkendala akibat infrastruktur yang rusak di titik-titik tertentu.
”Harapan kami, infrastruktur ini dapat memperlancar aktivitas harian masyarakat pedalaman, meningkatkan taraf ekonomi, dan memastikan layanan publik dapat menjangkau setiap pelosok desa di Aceh Barat tanpa hambatan akses jalan lagi,” tutupnya.
Penulis: Almanudar







