Refleksi Perjalanan Panjang: ADU Banyuwangi Rayakan Ultah Ke 6 Dengan Bagi Takjil Dan Buka Puasa Bersama

Banyuwangi, Metrozone.net- Akademi Diponegoro United (ADU) Banyuwangi menandai peringatan hari ulang tahunnya yang ke-6 dengan mengadakan tasyakuran, aksi sosial berbagi takjil, dan buka puasa bersama. Acara ini berlangsung khidmat dilaksanakan di Stadion Diponegoro Banyuwangi pada Minggu, (1/3/2026), yang dihadiri langsung oleh seluruh elemen penting akademi, para siswa didik dan jajaran pelatih yang berdedikasi.

Perayaan ini merupakan momen refleksi atas perjalanan panjang ADU dalam mengemban misi pembinaan sepak bola usia dini di jantung Kabupaten Banyuwangi.

Dalam sambutannya, Ketua ADU, Selamet Hariyadi, memaparkan kilas balik enam tahun berdirinya akademi. Ia mengungkapkan bahwa ADU telah berhasil menorehkan beragam prestasi membanggakan, tidak hanya di kancah regional tetapi juga di kompetisi luar kota. Pembinaan yang dianut ADU, yakni pendekatan berkelanjutan yang menitik beratkan pada tiga pilar utama seperti penguatan teknik dasar, penempaan mental bertanding, dan pembentukan karakter pemain.

“Komitmennya adalah mencetak pemain muda yang tidak hanya unggul dan berprestasi di lapangan hijau, tetapi juga memiliki fondasi sikap disiplin yang kuat dan menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap aspek kehidupan mereka,” ujarnya.

Pengaruh positif ADU terhadap siswa tercermin dari penuturan Hafidz, seorang siswa yang telah bergabung sejak usia 10 tahun. Hafidz membagikan pengalamannya, bagaimana rutinitas latihan yang konsisten membantunya mengembangkan kemampuan dari tahap paling dasar hingga mencapai level di mana ia mampu berkontribusi signifikan dalam berbagai turnamen.

“Pengalaman paling berkesan bagi saya adalah saat berpartisipasi dalam turnamen internasional Bali 7 tahun 2025,”tuturnya.

Dini, salah satu orang tua siswa mengatakan saya merasakan transformasi positif pada anak-anak kami.Anak saya menjadi lebih percaya diri, lebih aktif dalam bersosialisasi dengan teman-temannya, dan durasi bermain gadgetnya pun jauh berkurang.

“Selain itu, suasana di lingkungan latihan terasa sangat kekeluargaan, membuat anak betah dan nyaman,”katanya.

Pewarta: Ganda

Editor: 5093N9

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *