Pringsewu, Metrozone.net, —
Program “Gentengnisasi” adalah salah satu proyek inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan mengganti atap rumah warga yang berbahan seng atau asbes dengan genteng tanah liat. Program ini digagas sebagai bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) untuk meningkatkan kualitas hunian rakyat.
Berikut adalah poin-poin penting berita mengenai program gentengnisasi:
*Tujuan dan Latar Belakang
Meningkatkan Kualitas Hunian: Prabowo menilai atap seng panas, berkarat, dan tidak sehat, sehingga ingin menggantinya dengan genteng yang lebih sejuk dan nyaman.
*Estetika dan Kesehatan: Mengurangi penggunaan bahan seng/asbes untuk menciptakan pemandangan perdesaan dan perkotaan yang lebih asri, rapi, dan sehat.
*Pemberdayaan UMKM: Program ini juga bertujuan mengangkat ekonomi rakyat dengan memberdayakan pengrajin genteng tanah liat lokal.
*Realisasi dan Anggaran
Gerakan Nasional: Program ini akan dilakukan secara massal, terutama di wilayah perdesaan yang masih banyak menggunakan atap seng.
*Anggaran Terkendali: Menteri Keuangan memperkirakan kebutuhan dana program ini berada di bawah Rp1 triliun dan akan dialokasikan dari APBN 2026, termasuk kemungkinan penggunaan dana cadangan negara.
Kurasi Sasaran: Pemerintah akan melakukan kurasi khusus terhadap rumah-rumah yang benar-benar membutuhkan penggantian atap agar tepat sasaran.
Keterlibatan Koperasi: Koperasi Desa Merah Putih diusulkan untuk dilibatkan dalam menghimpun UMKM perajin genteng lokal guna memproduksi kebutuhan genteng secara lokal.
Dukungan dan Kritik
Respon Positif: Komunitas UMKM dan pengrajin genteng menyambut baik program ini karena berpotensi menggeliatkan kembali bisnis genteng yang sempat menurun.
Catatan DPR: Anggota DPR RI mengapresiasi program ini namun menekankan agar menggunakan produk dalam negeri dan memberdayakan UMKM lokal, bukan impor.
Kabar mengenai keluhan pengrajin industri genteng akibat pengusaha tambang tanah liat yang tidak produksi telah menjadi berita diberbagai daerah di, Kabupaten Pringsewu Lampung. Kamis (02/04/2026)
Penghentian produksi tambang ini berdampak serius bagi para warga pengrajin di Kecamatan Banyumas, mulai dari kelangkaan bahan baku, kenaikan biaya produksi, hingga penurunan kualitas produk dan terancam bangkrut. Ancaman gulung tikar di Kec. Banyumas, Kab. Pringsewu kelangkaan bahan baku tanah liat bahkan ratusan pengrajin nyaris gulung tikar.
Salah seorang warga pengrajin industri genteng di kecamatan Banyumas, inisial SP dan MST mengaku sudah menghentikan produksinya sejak beberapa bulan “Kondisinya terlalu berat, karena bahan baku kosong dan biaya produksinya terlalu tinggi” katanya.
(Epy)






