PPK Tepis Tuduhan Intimidasi Terhadap Panwascam Sempu

Politik68 Dilihat

Banyuwangi,- Beredar kabar intimidasi yang diduga dilakukan oleh Panwascam di Kecamatan Sempu terhadap petugas penyelenggara Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) setempat. Kabar yang disiarkan melalui media massa itu menyebut PPK ditekan agar melakukan manipulasi suara. 22/2/2024.

Dikonfirmasi secara langsung, Ketua PPK Sempu Retno Wijayanti menepis adanya kegaduhan tersebut. Dia mengatakan, seluruh anggota PPK tidak pernah memiliki permasalahan dengan Panwascam.

Soal kabar intimidasi, Retno juga menepisnya. Dia menyatakan tidak pernah mendapatkan upaya intimidasi dalam bentuk apapun terkait proses rekapitulasi yang saat ini masih berlangsung.

“Terkait berita yang beredar itu tidak benar. Tidak ada intimidasi dan lain sebagainya,” tegas Retno.

Selain itu, Retno menyatakan bahwa koordinasi atau komunikasi yang dijalin bersama Panwascam hanya seputar Pemilu. Dia menegaskan tidak pernah mendapatkan tekanan atau intimidasi soal tindakan kecurangan dalam Pemilu.

“Hubungan PPK dan Panwascam baik-baik saja. Komunikasi dan koordinasi terus terjalin agar Pemilu berjalan dengan lancar. Tidak lebih dari itu,” katanya.

Sementara itu, petugas Panwascam sebagimana dimaksud berharap agar masyarakat dan peserta pemilu tidak asal mempercayai informasi yang beredar saat ini. Sebagai petugas pengawasan Pemilu, dia berani menggaransi tidak adanya perolehan suara yang menyimpang.

“Sebagai petugas saya berani memastikan bahwa tidak akan ada manipulasi dalam rekapitulasi yang berjalan saat ini. Itu tugas kami sebagai penyelenggara di tubuh Bawaslu. Kami memastikan tidak ada kecurangan selama prosesnya,” tegas Panwascam yang disebut-sebut dalam kabar.

Mengacu pengalaman kepemiluan sebelumnya, dia bisa memahami potensi berita bohong yang mungkin saja terbit selama tahun politik. Menurutnya, informasi bohong akan menjadi biang perpecahan yang dapat menciderai demokrasi dalam Pemilu.

“Dari pengalaman saya, kabar atau isu yang mengandung informasi tidak benar biasa terjadi di tahun politik. Saya berharap masyarakat dan peserta pemilu bisa mempercayai tugas kami dalam pengawasan ini,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *