MEULABOH (Metrozone.net) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Aceh Barat, Dr. H. Khairul Azhar, S.Ag., M.A., secara resmi meluncurkan (launching) Ruang Literasi Bagi Tengku Muda, Minggu (5/7/2026). Prosesi peluncuran ini dirangkai dengan kegiatan Mubahatsah yang berlangsung khidmat di Aula Kantor Kemenag setempat.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Forum Tengku Muda Aceh Barat ini digelar sebagai langkah konkret dalam memperkuat tradisi literasi, menghidupkan diskusi ilmiah, serta mendalami khazanah keilmuan Islam di kalangan generasi muda dayah (pesantren) di Aceh Barat.
Dalam sambutannya, Kakankemenag Aceh Barat, H. Khairul Azhar, menyampaikan bahwa mubahatsah (forum diskusi ilmiah keagamaan) merupakan tradisi intelektual legendaris yang telah lama hidup dan mengakar di lingkungan dayah.
Melalui wadah ini, para tengku muda dilatih secara komprehensif untuk mengkaji kitab turats (kitab kuning/klasik) secara mendalam. Menyampaikan argumentasi hukum Islam secara kokoh berdasarkan dalil-dalil yang valid. Menghargai perbedaan pendapat (ikhtilaf) dalam bingkai adab dan akhlakul karimah.
”Forum mubahatsah bukan sekadar ruang berdiskusi, tetapi juga menjadi ruang literasi yang melahirkan budaya membaca, menelaah, berpikir kritis, dan mengembangkan kemampuan menjawab persoalan keagamaan secara ilmiah,” ujar Khairul Azhar.
Ia juga menambahkan bahwa warisan intelektual ini harus dijaga dengan konsisten. “Tradisi ini perlu terus dirawat agar lahir ulama-ulama muda yang berilmu, berakhlak mulia, dan mampu menjawab berbagai tantangan zaman yang kian kompleks,” tegasnya.
Acara ini dihadiri dan diikuti dengan antusias oleh para tengku muda perwakilan dari berbagai dayah di seluruh wilayah Aceh Barat. Kehadiran mereka membawa semangat tinggi untuk memperkuat silaturahmi keilmuan sekaligus meningkatkan kualitas pemahaman terhadap kitab-kitab klasik Islam.
Pihak Kementerian Agama Aceh Barat memberikan apresiasi yang luar biasa atas inisiatif cerdas dari Forum Tengku Muda Aceh Barat yang terus konsisten menghidupkan budaya intelektual di kalangan santri.
Kemenag berharap program Ruang Literasi ini dapat berlangsung secara berkelanjutan (sustainable).
Menjadi wadah lahirnya gagasan-gagasan keislaman yang moderat (wasathiyah) serta memberikan solusi keagamaan yang mencerahkan serta bermanfaat langsung bagi masyarakat luas.
Melalui fasilitasi kegiatan ini, Kementerian Agama Aceh Barat kembali menegaskan komitmennya untuk terus berjalan beriringan dan bersinergi dengan lembaga dayah.
Sinergi strategis ini bertujuan untuk membangun ekosistem literasi Islam yang kuat, mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) santri, serta menjaga warisan keilmuan Islam yang selama ini menjadi pilar dan kekuatan utama karakter masyarakat di Bumi Teuku Umar, Aceh Barat.
(Almanudar)













