Perkuat Sinergi, Bupati Tarmizi dan DPRK Aceh Barat Bedah Isu Strategis di Pendopo

Meulaboh (Metrozone.net) – Dalam suasana santai penuh keakraban, jajaran eksekutif dan legislatif Kabupaten Aceh Barat duduk satu meja untuk menyamakan persepsi terkait masa depan daerah. Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP,.MM, menggelar diskusi strategis bersama pimpinan dan anggota DPRK Aceh Barat di Pendopo Bupati, Kamis (30/4/2026) malam.

​Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPRK Aceh Barat, Siti Ramazan, beserta para wakil ketua, ketua fraksi, hingga ketua komisi. Dialog ini dirancang sebagai ruang terbuka untuk membedah tantangan daerah, mulai dari dinamika geopolitik hingga persoalan anggaran.

​Bupati Tarmizi mengungkapkan bahwa salah satu poin krusial yang dibahas adalah kondisi fiskal daerah yang saat ini tergolong lemah. Keterbatasan anggaran menuntut adanya kesepahaman antara pemerintah dan dewan dalam menentukan arah pembangunan.

​”Kami duduk bersama membahas update isu terkini. Mulai dari geopolitik nasional hingga kondisi daerah, termasuk tantangan fiskal kita. Dengan anggaran yang terbatas, kita harus menetapkan skala prioritas pembangunan secara tepat,” ujar Tarmizi.

​Selain fokus pada efisiensi, diskusi tersebut juga merumuskan strategi jangka panjang untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tarmizi menegaskan bahwa optimalisasi pendapatan akan dilakukan dengan pendekatan yang hati-hati agar tidak membebani ekonomi masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.

​Isu sensitif terkait regulasi belanja pegawai juga menjadi sorotan utama. Adanya aturan pemerintah yang membatasi belanja pegawai maksimal sebesar 30 persen menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

​Tarmizi menekankan bahwa pemerintah daerah sedang berjuang mencari jalan tengah agar kebijakan pusat tersebut tidak memakan korban di tingkat daerah, dengan
​target utama mencari solusi bagi P3K penuh waktu maupun paruh waktu.

​Selain itu, akan dilakukan penyesuaian dengan pagu anggaran yang tersedia dan melakukan kajian mendalam sebelum pembahasan resmi di forum legislatif,” ujar Tarmizi

​Pemilihan format diskusi santai atau “ngopi bareng” ini dinilai efektif untuk menggali ide-ide segar yang mungkin sulit muncul dalam forum formal yang kaku. Tarmizi percaya bahwa komunikasi dua arah antara eksekutif dan legislatif adalah kunci kebijakan yang efektif.

​“Sinergi ini perlu dibangun. Melalui diskusi santai seperti ini, ruang untuk menyampaikan pendapat menjadi lebih terbuka. Ide-ide yang muncul malam ini nantinya akan dibawa dan dibahas secara resmi di forum DPRK,” jelasnya.

​Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum penguat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dan DPRK dalam merumuskan kebijakan yang pro-rakyat serta mendorong percepatan pembangunan di Bumi Teuku Umar.

(Almanudar)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *