Suka Makmue (Metrozone.net) – Dalam upaya meningkatkan standar kompetensi berbahasa Indonesia di lingkungan pendidikan, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Aceh menggelar Sosialisasi dan Pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif bagi Pemangku Kepentingan Pendidikan.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 29 hingga 30 April 2026 ini, dipusatkan di Aula SMP Negeri 1 Seunagan secara resmi di buka oleh Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H,.M.H yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat, Zulkifli, S.Pd, Rabu (29/4-2026). Acara ini menjadi langkah strategis pemerintah Kabupaten Nagan Raya dalam memetakan kualitas literasi di wilayah tersebut
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nagan Raya, Zulkifli, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kemahiran berbahasa Indonesia bukan sekadar komunikasi, melainkan identitas dan standar profesionalisme.
”Apresiasi kami sampaikan kepada Balai Bahasa Provinsi Aceh. UKBI Adaptif ini penting untuk memetakan kemahiran berbahasa di lingkungan pendidikan. Kita ingin memastikan bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar benar-benar terimplementasi di sekolah, bukan hanya secara teori namun juga dalam administrasi dan proses belajar mengajar,” tegas Zulkifli.
Lebih lanjut, Zulkifli mendorong agar program ini dapat segera menjangkau peserta didik. “Kami berharap setelah sosialisasi ini, UKBI bisa dilaksanakan bagi pelajar SMP di seluruh Nagan Raya. Mengingat layanan ini gratis bagi pelajar, ini adalah kesempatan emas untuk memberikan sertifikasi kompetensi bahasa kepada anak-anak kita,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh, Muhammad Irsan, S.S., M.Hum, dalam paparannya menjelaskan bahwa UKBI saat ini telah bertransformasi total menjadi UKBI Adaptif Merdeka. Sistem ini dirancang dengan teknologi mutakhir yang mampu menyesuaikan tingkat kesulitan soal dengan kemampuan peserta secara real-time.
”UKBI Adaptif jauh lebih fleksibel. Hasilnya nanti akan menunjukkan klasifikasi kemahiran, mulai dari tingkat terbatas hingga istimewa. Data ini sangat berharga bagi Pemerintah Daerah sebagai dasar penyusunan kebijakan pembinaan bahasa ke depannya,” jelas Muhammad Irsan.
Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang merupakan ujung tombak pendidikan di lapangan, terdiri dari Kepala Sekolah SMP, Operator Sekolah, serta Guru Bahasa Indonesia dari berbagai kecamatan di Kabupaten Nagan Raya.

Hari Pertama: Fokus pada kebijakan nasional mengenai UKBI dan pengenalan teknis platform digital yang digunakan. Para peserta terlibat aktif dalam sesi diskusi mengenai tantangan literasi di sekolah.
Hari Kedua: Peserta akan langsung melakukan simulasi dan pelaksanaan tes UKBI Adaptif. Hal ini dilakukan agar para operator dan guru memahami alur teknis sebelum nantinya membimbing siswa di sekolah masing-masing.
Melalui sosialisasi ini, para Kepala Sekolah dan Guru Bahasa Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga menjadi agen penggerak pemartabatan bahasa. Target akhirnya adalah seluruh tenaga pendidik dan siswa di Kabupaten Nagan Raya memiliki sertifikasi kemahiran berbahasa Indonesia yang diakui secara nasional.
Dengan adanya sertifikasi ini, lulusan sekolah di Nagan Raya diharapkan memiliki daya saing lebih tinggi, baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun saat memasuki dunia kerja di masa depan.
(Almanudar)












