Jakarta (Metrozone.net) – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat keterbukaan informasi publik sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Upaya strategis ini diwujudkan melalui pembahasan kerja sama layanan informasi publik antara Pemkab Aceh Barat dan PT Hikmah Cakra Mulia (HCM).
Pertemuan penting tersebut berlangsung di Ruang Rapat Branda 2, Wisma Antara Lantai 5, Jalan Cikini IV Nomor 11, Jakarta Pusat, pada Senin (8/6/2026).
Hadir langsung dalam pertemuan tersebut Bupati Aceh Barat, Tarmizi, yang didampingi oleh Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominsa), Dedy Mulianda, serta Kepala Bidang KIP Kominsa Aceh Barat, Hidayat Isa. Sementara itu, dari pihak mitra hadir Direktur PT Hikmah Cakra Mulia (HCM), Prasetyo Utomo.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak secara intensif membahas peluang kerja sama penempatan media informasi publik melalui pembangunan videotron. Sarana ini diproyeksikan menjadi instrumen utama dalam penyebarluasan informasi program-program pemerintah kepada masyarakat secara luas dan modern.
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP., MM, menegaskan bahwa kehadiran videotron di Aceh Barat nantinya tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi, tetapi juga menjadi simbol kemajuan daerah.
”Kita menargetkan pada tahun 2027 videotron sudah terpasang di Meulaboh. Kehadiran media informasi publik ini penting untuk mengekspos berbagai program pembangunan pemerintah sehingga masyarakat dapat mengetahui secara langsung capaian dan agenda pembangunan daerah,” ujar Tarmizi.
Menurut Tarmizi, publikasi yang masif dan terukur sangat krusial untuk meningkatkan kepercayaan (trust) masyarakat terhadap jalannya roda pemerintahan.
Lebih lanjut, Tarmizi menjelaskan bahwa proyek ini memiliki dampak ganda (multiplier effect). Selain fungsi informatif, videotron juga memiliki potensi ekonomi yang besar untuk mendongkrak PAD melalui sektor layanan publikasi komersial dan promosi bisnis.
Di samping itu, infrastruktur digital ini akan dioptimalkan untuk berbagai kepentingan sosial dan edukasi masyarakat, di antaranya sosialisasi penanganan dan pencegahan narkoba, penyampaian pesan-pesan layanan masyarakat yang interaktif, Promosi peluang investasi daerah serta pelayanan publik untuk penyebarluasan informasi birokrasi dan layanan administrasi pemerintah daerah.
PT Hikmah Cakra Mulia (HCM), yang merupakan perusahaan berafiliasi dengan Kantor Berita Nasional Antara, menyambut baik langkah progresif Pemkab Aceh Barat. HCM yang telah berpengalaman panjang dalam pengelolaan media luar ruang berbasis teknologi digital siap memberikan dukungan penuh.
Direktur HCM, Prasetyo Utomo, menyampaikan apresiasinya dan berharap kolaborasi ini dapat menjadi langkah awal yang berkelanjutan untuk memperkuat diseminasi informasi pembangunan di wilayah barat Sumatra tersebut.
”Kami berharap kolaborasi ini dapat berjalan secara intens sebagai sarana penyebaran informasi publik, baik terkait pemberdayaan ekonomi masyarakat, promosi pariwisata, maupun berbagai program pembangunan daerah lainnya,” kata Prasetyo.
Prasetyo juga memuji langkah cepat Pemkab Aceh Barat dan menilai kabupaten tersebut layak menjadi percontohan bagi daerah lain di Provinsi Aceh dalam hal digitalisasi media informasi.
”Ia menilai Aceh Barat menjadi daerah pionir dalam pengembangan media luar ruang digital di wilayah Aceh, khususnya melalui pembangunan videotron yang terintegrasi dengan kebutuhan informasi masyarakat,” imbuhnya.
Prasetyo menekankan bahwa kerja sama ini dirancang untuk jangka panjang. Titik awal di Meulaboh akan menjadi fondasi sebelum melakukan ekspansi ke wilayah lain.
”Kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada satu titik pemasangan videotron. Ke depan, jaringan media informasi publik ini dapat berkembang di beberapa lokasi strategis di Aceh Barat sehingga tujuan penyebaran informasi kepada masyarakat dapat tercapai secara lebih luas dan efektif,” pungkas Prasetyo.
Pertemuan di Wisma Antara ini menandai langkah awal sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan sektor swasta. Melalui kolaborasi ini, diharapkan akan tercipta ekosistem informasi publik yang modern, transparan, sekaligus mampu mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan (**)
(Almanudar)













