Perawat Lapas Narkotika Karang Intan Ikuti Monev TB-HIV, Perkuat Deteksi Dini dan Pencegahan Penyakit Menular

Karang Intan, Metrozone.net –

Komitmen meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi warga binaan mendorong Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan mengikuti Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Public-Private Mix (PPM), Intervensi TB-HIV, Pelibatan Stakeholder, dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Provinsi Tahun 2026 di Hotel Nasa Banjarmasin, Senin–Rabu (13–15/07/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh Perawat Ahli Pertama Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Anjar Ani, sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat pelaksanaan program Tuberkulosis (TB) dan HIV, khususnya dalam mendukung peningkatan layanan kesehatan di lingkungan Pemasyarakatan.

Pertemuan ini diselenggarakan untuk memantau dan mengevaluasi capaian serta implementasi program TB melalui pendekatan Public-Private Mix (PPM) di Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan. Kegiatan tersebut juga menjadi wadah memperkuat koordinasi antarinstansi dalam membangun jejaring layanan kesehatan yang efektif dan berkelanjutan.

Sejumlah narasumber turut memberikan penguatan dalam kegiatan tersebut, di antaranya perwakilan Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan, KOPI TB Provinsi Kalimantan Selatan, BPJS Kesehatan, serta Dosen Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, BPJS Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, KOPI TB, serta organisasi komunitas.

Melalui kegiatan tersebut, peserta melakukan pembahasan terkait capaian program TB dan TB-HIV, tantangan pelaksanaan indikator TBC HIV, penguatan jejaring layanan TB di Kabupaten/Kota, serta strategi peningkatan kolaborasi antarinstansi dalam mendukung percepatan penanggulangan Tuberkulosis.
Perawat Ahli Pertama Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Anjar Ani, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan wawasan dan penguatan penting dalam mendukung penyelenggaraan layanan kesehatan di lingkungan Lapas.

“Kegiatan monitoring dan evaluasi ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memperkuat pemahaman terkait pelaksanaan program TB-HIV serta memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pihak. Melalui sinergi yang baik antarinstansi, kami dapat meningkatkan upaya deteksi dini, pencegahan, dan penanganan penyakit menular sehingga pelayanan kesehatan bagi warga binaan dapat terus berjalan secara optimal,” ujar Anjar.

Anjar menambahkan bahwa lingkungan Pemasyarakatan memiliki tantangan tersendiri dalam pengendalian penyakit menular sehingga diperlukan koordinasi dan kolaborasi berkelanjutan dengan berbagai pihak, termasuk fasilitas pelayanan kesehatan dan instansi terkait.

“Kami akan terus mendukung program kesehatan yang telah berjalan dengan meningkatkan kualitas layanan, melakukan upaya pencegahan, serta memastikan warga binaan mendapatkan hak pelayanan kesehatan sesuai standar yang berlaku,” tambahnya.

Keikutsertaan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah penguatan layanan kesehatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Melalui keterlibatan aktif dalam jejaring program TB-HIV tingkat provinsi, Lapas Narkotika Karang Intan terus berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang responsif, preventif, dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.

Dengan memperkuat kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan berkomitmen mendukung keberhasilan program kesehatan nasional sekaligus menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang sehat, aman, dan berkualitas. (nta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *