Pringsewu, Metrozone.net, –
Setelah viral dibeberapa media sosial dugaan Makan Gizi Gratis (MBG) tidak sesuai standar kesehatan dari pemerintah, ditemukan menu MBG adanya roti tanpa label Halal dan ijin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) maupun Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) yang dibagikan kepada para penerima manfaat program MBG.
Temuan tersebut diungkap oleh seorang tim media di Pringsewu yang melakukan konfirmasi dan investigasi langsung dilapangan.
Menurut salah satu tim awak media, ini patut dipertanyakan karena menyangkut keamanan pangan serta dan hak konsumen, terlebih makanan atau roti tersebut dikonsumsi oleh pelajar dan masyarakat dalam jumlah besar atau banyak.
Ia menilai, absennya label halal dan izin edar menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan MBG program pemerintah pusat.
“Ini makanan untuk anak sekolah serta masyarakat. Tapi tidak ada label halal, tidak ada BPOM atau PIRT. Asal nya dari mana? Ini harus dijelaskan secara terbuka,” ujarnya.
Sebagai informasi, program MBG merupakan program Presiden yang bertujuan meningkatkan asupan gizi peserta didik.
Karena itu, setiap makanan yang dibagikan seharusnya memenuhi standar minum, mulai dari kejelasan produsen, keamanan pangan, hingga jaminan kehalalan.
BPOM merupakan lembaga pemerintah yang berwenang mengawasi keamanan dan mutu obat serta makanan yang beredar di Indonesia.
Selain itu, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program unggulan dari Pemerintah Pusat yang wajib dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui perbaikan gizi, mengatasi masalah stunting dan malnutrisi pada anak-anak, ibu hamil, dan menyusui. Selain itu, MBG diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan pekerjaan.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah untuk mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045. Program ini juga merupakan langkah strategis untuk meningkatkan konsumsi rumah tangga dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Namun, dalam pelaksanaan di lapangan, terdapat laporan dari penerima manfaat yang mengeluhkan ketidaksesuaian menu makanan dan nilai anggaran yang dialokasikan. Penerima manfaat yang enggan disebutkan namanya menyatakan ketidakpuasan terhadap menu hari ini, Selasa, 3 Maret 2026, yang hanya terdiri dari jeruk, roti, dan susu 105 ml. Ia menilai bahwa secara kasat mata, nilai bahan makanan tersebut tidak sesuai dengan anggaran yang ditetapkan.
” Saya kecewa dengan menu SPPG pringsewu Utara,kecewa kenapa mas ?,” saya kecewa mas berkaitan menu hari ini,masak menu hari ini jeruk,roti,susu 105 ml.
Kalo di hitung kasat mata aja,bodoh bodoh aja mas ?
1.jeruk 1 buah Rp.1000
2.susu greenfields Rp.3000
3.Roti Rp.2000
Klo kita hitung seperti ini bukanya total nya Rp 6000,” Tegas HA .
Di lanjutkan awak media mencoba mengkonfirmasi pihak SPPG Pringsewu Utara lewat Via WhatsApp,Izin bang mau konfirmasi terkait SPPG yang berlokasi di Pringsewu utara,Apakah foto di atas kalo di hitung sudah masuk di angka Rp10.000 dan sudah memenuhi standar dari program pemerintah pusat ? ,”Jawab Petugas,Iyaa sudah mas.
Saat awak media mencoba hitungan sesuai List, Menu hari ini sesuai list SPPG Pringsewu Utara Roti Rp 3200 + Susu Rp3600 + Jeruk Rp1200 = Rp 8000 belum mencapai Rp 10.000,” Tegas Awak Media
Nandar,selaku petugas SPPG saat di di konfirmasi via WhatsApp,Apakah nominal segitu sesuai dengan program pemerintah ?
mohon di jawab dengan sebenarnya karena percakapan ini akan saya jadikan bahan pemberitaan, terimakasih 🙏🙏🙏,” ujar awak media.
“Waduh di survey aja pak repot kalau kaya gini saya bukan yg belanja 😀.Kalau berfikir jernih pak maaf kalau masyarakat menilai dengan bijak anggaran 10.000 dan 8.000 kalau melihat dan menilai nya dari segi kiloan atau kintal iya tiap hari masyarakat komplen tidak sesuai anggaran terus pak hehe 🙏🏻🙏🏻,”ujar Nandar.
Lanjutnya,Lihatlah dengan jumlah pcs bukan kiloan/kintal pak. Saya rasa menu setiap harinya insyaAllah pas sesuai anggaran pak kalau di SPPG kami 🙏.Jeruk 1 200 udh paslah emang jeruk brapa kalau 1 pcs nya pak menurut bapak ?
Semua bahan baku puasa ini mahal pak apalagi mendekati lebaran,Kalau 1 jeruk saya tulis 2 000 atau 3 000 atau 5 000 baru gak pantes pak 😀,” Tegas pegawai SPPG pringsewu Utara Via WhatsApp.
Awak media akan terus kawal berkaitan menu SPPG Pringsewu Utara yang di keluhkan penerima manfaat.
Dengan rilisnya berita ini harapan awak media APH dan dinas terkait untuk segera memeriksa SPPG dengan dugaan adanya kecurangan dan bila mana jika terbukti adanya pelanggaran yang di sengaja dan menyebabkan kerugian negara di berikan sanksi tegas seperti:
– Pemberhentian beroperasi
– Pidana,mengurangi angaran negara yang menyebabkan kerugian negara setiap porsinya.
Awak media siap buka hak jawab,setelah rilisnya berita belum ada tanggapan dari pihak SPPG.
(Tim)







