Pembangunan Jalan Aspal dan Rabat Beton Angaran 10 M Sudah Rusak, Warga Merasa Kecewa dan Tanggapan Komisi III DPRD Pringsewu
Pringsewu, Metrozone.net, —
Warga Pekon Tulung Agung – Pekon Mataram, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu Lampung kini tengah merasakan kekecewaan yang mendalam terkait dengan proyek pembangunan jalan yang baru saja selesai dikerjakan pada akhir tahun 2025.
Jalan yang dikerjakan dengan anggaran dari APBD tahun 2025 tersebut, kini menunjukkan tanda-tanda kerusakan meskipun baru beberapa bulan digunakan. Kondisi ini memicu berbagai keluhan dari warga dan masyarakat Kecamatan Gading Rejo, salah satunya adalah Bunga yang menilai kualitas pekerjaan proyek tersebut kurang baik.
Menurut pantauan langsung media ini, terlihat jelas adanya bekas perbaikan jalan di beberapa titik. Hal ini mengindikasikan bahwa kerusakan sudah terjadi pada jalan yang baru selesai dibangun.
Warga setempat, terutama yang masyarakat yang sering melintas jalan tersebut Bunga, menyampaikan keluhannya. Dia menilai meski belum ada perbaikan, itu menunjukan kualitas pekerjaan nya patut dipertanyakan.
“Jalan yang sudah diperbaiki tetap saja tidak akan bertahan lama. Jika jalan aspal diperbaiki dengan cara tambal sulam, itu tidak akan sekuat jalan semula. Bahan tambalan tidak bisa menyatu dengan aspal lama, dan jalan pun mudah rusak lagi,” ujar Bunga yang ditemui media belum lama ini.
Bunga berharap pemerintah daerah dapat lebih teliti dalam menilai dan mengawasi hasil pekerjaan pembangunan infrastruktur jalan tersebut oleh kontraktor, terutama yang menggunakan dana publik. Hal ini juga menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat terkait dengan pengawasan proyek tersebut.
“Bagaimana konsultan pengawas dapat membiarkan pekerjaan yang dinilai kurang baik? Kami berharap ada evaluasi serius terhadap proyek-proyek seperti ini agar kualitasnya lebih terjamin,” tambah Bunga.
Dari pantauan yang dilakukan media ini, terdapat setidaknya empat titik di jalan yang baru selesai dibangun tersebut yang sudah mengalami kerusakan salah satunya di Pekon Tulung Agung – Pekon Mataram. Satu titik di antaranya mengalami kerusakan cukup lumayan besar, dan terletak di tengah jalan yang dikerjakan.
Kerusakan ini jelas terlihat meskipun proyek tersebut baru selesai akhir tahun 2025.
Kerusakan-kerusakan tersebut mengindikasikan bahwa pembangunan jalan ini perlu perhatian serius.
Untuk diketahui kembali Pekerjaan Rekontruksi/Peningkatan Kapasitas Struktur Jalan yang di maksud, dianggarkan melalui APBD Tahun Anggaran 2025 dengan Nilai Kontrak Rp. 10.050.000.000,00., (Sepuluh Milyar Lima Puluh Juta Rupiah), dengan pemenang tender (BM-DAU-01).
Dengan adanya kejadian ini, masyarakat Kecamatan Gading Rejo dan sekitarnya merasa perlu ada perhatian lebih terhadap kualitas pekerjaan infrastruktur yang menggunakan dana publik.
Harapan mereka adalah agar proyek-proyek serupa tidak lagi terjadi, dan pemerintah serta kontraktor bisa lebih berhati-hati dalam mengerjakan pembangunan yang akan digunakan oleh masyarakat luas.
Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu Lampung, diharapkan untuk melakukan evaluasi terhadap kualitas pekerjaan ini dan mengambil langkah-langkah yang lebih tepat agar infrastruktur yang dibangun bisa bertahan lebih lama dan bermanfaat bagi masyarakat.
Pada saat awak media Metrozone.net berkoordinasi melalui Handphone Whatsap kepada Komisi III DPRD Kabupaten Pringsewu menjelaskan bahwa tanggapan mengenai pembangunan Jalan Aspal yang rusak akan segera agendakan waktu untuk turun ke lokasi Wonodadi Utara Sp.ABC, ujar ketua komisi III DPRD Pringsewu.
“Terkait dengan pembangunan jalan aspal yang baru selesai sudah mengalami kerusakan kami sangat menyayangkan, karena proyek ini menggunakan anggaran daerah yang tidak sedikit sehingga kualitas harus terjamin dan berkualitas”, jelasnya.
Lanjutnya komisi III DPRD Kabupaten Pringsewu akan meminta konfirmasi kepada dinas PU selalu pengguna anggaran untuk dimintai keterangan dan komisi III akan melakukan pengecekan dan pengawasan terkait hasil pembangunan jalan yang mengalami kerusakan, jika ditemukan kerusakan kami meminta dinas PUPR Pringsewu agar segera melakukan perbaikan karena masih dalam masa pemeliharaan, pungkasnya.
(Epy/Tim)











