Meulaboh (Metrozone.net) – Suasana di lingkungan SMA Negeri 1 Meulaboh, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat pada Senin pagi tampak berbeda dari biasanya. Warna-warni pakaian adat dari berbagai pelosok Nusantara menghiasi barisan dewan guru dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang digelar di halaman sekolah setempat, Senin (4/5-2026)
Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Barat, T. Kamarisal, S.Pd., M.Si, hadir langsung bertindak sebagai Pembina Upacara.
Upacara yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB ini berlangsung dengan penuh khidmat. Peserta upacara yang terdiri dari ratusan siswa-siswi, kepala sekolah, dewan guru, hingga staf tata usaha tampak antusias mengikuti jalannya prosesi di bawah langit Meulaboh yang cerah.
Dalam kesempatan tersebut, T. Kamarisal membacakan amanat tertulis Menteri Pendidikan Menengah dan Dasar (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. yang menekankan bahwa Hardiknas adalah momentum refleksi untuk memastikan layanan pendidikan tetap inklusif dan berkualitas.
”Peringatan ini adalah waktu bagi kita untuk meneguhkan dedikasi dan semangat memenuhi amanat konstitusi, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Layanan pendidikan yang kita berikan haruslah yang terbaik, bermutu, dan berkemajuan untuk seluruh anak bangsa tanpa terkecuali,” ujar T. Kamarisal mengutip pidato Menteri.
Ia menambahkan penggunaan pakaian adat oleh para guru dalam upacara ini juga sebagai simbol bahwa pendidikan adalah alat pemersatu bangsa yang menghargai keberagaman budaya.
Selain membacakan amanat Mendikdasmen, T. Kamarisal memberikan arahan khusus bagi seluruh warga sekolah di SMAN 1 Meulaboh. Ia menekankan pentingnya menindaklanjuti Instruksi Gubernur Aceh terkait penerapan program ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di lingkungan satuan pendidikan.
”Sekolah bukan hanya tempat mentransfer ilmu, tapi juga rumah kedua bagi siswa. Oleh karena itu, penerapan program ASRI sangat krusial. Sekolah harus aman secara fisik dan psikologis, sehat lingkungannya, resik (bersih) tata kelolanya, dan indah dipandang mata,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa lingkungan yang tertata rapi akan sangat memengaruhi psikologi belajar siswa sehingga prestasi dapat diraih dengan lebih maksimal.
Usai upacara Hardiknas, T. Kamarisal bersama Kepala SMAN 1 Meulaboh dan dewan guru melakukan aksi nyata berupa penanaman pohon di area sekolah. Penanaman bibit pohon ini dilakukan sebagai bentuk komitmen sekolah dalam mendukung penghijauan dan menciptakan lingkungan yang sejuk sesuai dengan prinsip “Indah” dalam program ASRI.

“Penanaman pohon ini adalah simbol bahwa pendidikan itu seperti menanam. Apa yang kita tanam dengan baik hari ini, berupa karakter dan ilmu pengetahuan, akan dinikmati hasilnya oleh generasi mendatang di masa depan,” tutup T. Kamarisal.
Penulis: Almanudar













