Meulaboh (METROZONE.net) – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Meureubo Kabupaten Aceh Barat terus menunjukan komitmennya dalam menjaga lingkungan sekolah yang sehat dan bersih. Salah satu upaya yang dilakukan melalui penandatanganan nota kesepakatan atau MoU (Memorandum of Understanding) dengan pihak Bank Sampah dalam pengelolaan sampah.
Penandatanganan nota kerjasama ini dilakukan oleh Kepala SMPN 2 Meureubo Ibnu Abas, S.Pd,.M.Pd dengan Direktur Bank Sampah Dolah Recycle, Deriansyah, yang berlangsung di sekolah setempat, Selasa (5/8-2025)
Kerjasama ini menjadi yang pertama antara SMPN 2 Meureubo dengan pihak Bank Sampah dan merupakan bagian dari inovasi Gerakan Bersama Peduli Lingkungan melalui Pemilahan Sampah yang digagas SMPN 2 Meureubo
Direktur Bank Sampah Dolah Recycle, Deriansyah, mengatakan melalui nota kesepakatan ini pihaknya akan melakukan pendampingan teknis pengelolaan sampah terpilah dan tabungan bank sampah, pengangkutan dan pemanfaatan sampah terpilah dari pengelolaan bank sampah
Menurut Deriansyah, kerja sama ini bukan hanya sekadar penanganan limbah, tetapi lebih pada penguatan edukasi lingkungan dan penerapan prinsip ekonomi sirkular di dunia pendidikan.
“Kami ingin menanamkan pemahaman sejak dini bahwa sampah harus dipilah, dikelola, dan bisa bernilai ekonomi. Sekolah menjadi tempat yang strategis untuk membentuk kesadaran warga sekolah dalam mengelola sampah terutama sampah organik dan anorganik serta menampung dan mengolah anorganik sampah yang terkumpul dari sekolah
Program ini, kata dia, juga dikaitkan dengan target menuju Sekolah Adiwiyata dan mendukung inisiatif sekolah melalui Gerbang MAS (Gerakan Bersama Peduli Lingkungan melalui Pemilahan Sampah)
Bank Sampah Dolah Recycle, kata Deriansyah, akan memberikan pendampingan teknis dalam pengelolaan sampah terpilah, pengangkutan, dan pengolahan limbah sampah yang bernilai ekonomis,” pungkasnya
Sementara itu, Kepala SMPN 2 Meureubo, Ibnu Abas, S.Pd,.M.Pd menyambut baik kerjasama dengan pihak Bank Sampah Dolah Recycle dalam hal pendampingan dan pengelolaan sampah dilingkungan sekolah.
“Kerjasama ini bukan hanya sekadar nama, tapi bentuk komitmen nyata kami untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan,” katanya.
Ibnu Abas menilai, persoalan sampah adalah tantangan global yang juga harus dihadapi secara lokal. Karena itu, sekolah berperan penting dalam menanamkan kesadaran dan kebiasaan pengelolaan sampah sejak dini.
“Kami ingin mengubah paradigma. Sampah bukan sekadar limbah, tapi bisa menjadi berkah jika dikelola dengan baik dan juga bernilai ekonomis” jelasnya.
Ia mengakui keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi. Oleh karena itu, kehadiran dan dukungan Bank Sampah Dolah Recycle menjadi kunci penting. Ibnu Abas optimistis, dengan bimbingan Bank Sampah Dolah Recycle, program ini dapat berjalan optimal dan membawa SMPN 2 Meureubo menuju predikat Sekolah Adiwiyata yang mandiri dan inspiratif.
“Ini adalah langkah awal yang besar. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah dan masyarakat Aceh Barat secara luas,” pungkasnya.
Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan sekolah SMP Negeri 2 Meureubo dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam mengelola sampah yang baik dan meningkatkan kesadaran lingkungan (*)
Penulis: Almanudar












