Mahasiswa PKM UTU Gelar “Meuseuraya” Pembersihan Rumah Korban Banjir di Jambak

Aceh Barat (METROZONE.net) – Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) yang tengah mengikuti kegiatan PKM Mahasiswa Berdampak melaksanakan aksi sosial bertajuk “Meuseuraya” di Gampong Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan rumah-rumah warga yang terdampak bencana banjir Sumatera beberapa waktu lalu.

Kegiatan “Meuseuraya” tersebut turut melibatkan aparatur gampong dan masyarakat setempat yang bersama-sama bergotong royong membersihkan sisa lumpur, sampah, serta perabotan rumah tangga yang terdampak banjir. Suasana kebersamaan dan solidaritas tampak jelas dalam kegiatan yang berlangsung penuh semangat tersebut.

“Meuseuraya” merupakan kosakata dalam bahasa Aceh yang bermakna gotong royong. Tradisi ini menjadi salah satu upaya mengembalikan modal sosial masyarakat yang mulai memudar. Meuseuraya mengandung makna mengerjakan sesuatu secara bersama-sama, beramai-ramai, dan saling tolong-menolong berdasarkan kebutuhan bersama demi mencapai tujuan yang baik. Budaya ini telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Aceh, baik dalam kegiatan kenduri, pemakaman, pertanian, maupun aktivitas sosial lainnya.

Ketua Tim Pengabdian Mahasiswa, Fauzan, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat secara fisik, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan.

“Kami ingin kehadiran mahasiswa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Melalui Meuseuraya ini, kami belajar langsung tentang pentingnya solidaritas dan kebersamaan. Ini bukan hanya tentang membersihkan rumah, tetapi juga tentang membangun kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat,” ujar Fauzan.

Dosen Pendamping Lapangan, Saiful Asra, M.Soc.Sc., didampingi dua dosen lainnya Aduwina Pakeh, M.Sc dan Maulidil Fajri, M.Si menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari program PKM Mahasiswa Berdampak.

“Kegiatan ini sejalan dengan semangat pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta program, tetapi sebagai bagian dari solusi. Nilai Meuseuraya yang diangkat dalam kegiatan ini menjadi refleksi bahwa pembangunan sosial harus dimulai dari kebersamaan dan kepedulian,” jelasnya.

Sementara itu, Keuchik Gampong Jambak, Lainiadi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian mahasiswa UTU terhadap warganya.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan perhatian adik-adik mahasiswa. Kehadiran mereka sangat membantu warga kami yang masih dalam proses pemulihan pascabanjir. Semangat Meuseuraya yang ditunjukkan hari ini menjadi contoh baik bagi generasi muda dan masyarakat,” ungkap Lainiadi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UTU tidak hanya berkontribusi dalam pemulihan pascabencana, tetapi juga turut menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi fondasi kekuatan sosial masyarakat Aceh.

(Almanudar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *