Banyuwangi, Metrozone.net- Semangat pantang surut kembali ditunjukkan jajaran Komandan Koramil 0825/20 Songgon dalam mengawal pembangunan Jembatan Garuda Kodim 0825/Banyuwangi. Rabu pagi, 08 Juli 2026, pukul 07.00 WIB, geliat kerja keras itu kembali terlihat nyata di Dusun Gumukcandi, Desa Songgon, Kecamatan Songgon.
Memasuki hari kesepuluh, proyek strategis ini terus dikawal penuh oleh Peltu Zainul Arifin, Batituud Koramil 0825/20 Songgon, bersama jajaran anggotanya yang turun langsung ke lapangan tanpa kenal lelah, membuktikan bahwa komitmen TNI membangun negeri bukan sekadar slogan, melainkan keringat yang nyata di setiap jengkal pondasi.
Kolaborasi lintas satuan turut mewarnai kegiatan ini. Selain kekuatan inti dari Koramil 0825/20 Songgon, hadir pula Pelda Arief selaku Bati TNI dari staf Kodim 0825/Banyuwangi, serta pasukan gabungan dari Koramil 0825/12 Rogojampi, Koramil 0825/13 Singojuruh, dan Koramil 0825/14 Kabat.
Sinergi ini kian kokoh dengan dukungan penuh Imam Muhklis, Kepala Dusun Gumukcandi, serta uluran tangan 20 warga masyarakat setempat yang bahu-membahu turun ke lokasi. Persatuan antara aparat dan rakyat inilah yang menjadi kekuatan utama, mempercepat setiap tahapan pembangunan jembatan penghubung yang dinanti-nanti warga.
Jembatan Garuda bukan sekadar tumpukan beton dan besi. Dirancang dengan panjang 8 meter, lebar 4 meter, dan berdiri kokoh pada ketinggian 6 meter dari permukaan air, jembatan ini akan menjadi urat nadi konektivitas baru bagi Dusun Gumukcandi.
Pada hari kesepuluh ini, fokus pekerjaan diarahkan pada tiga titik krusial: pemasangan pondasi utama, proses pembesian struktur, hingga pemasangan pondasi sayap yang akan menopang kekuatan jembatan secara menyeluruh. Setiap detail dikerjakan dengan presisi, karena para prajurit sadar betul bahwa hasil kerja mereka akan menjadi pijakan hidup warga untuk bertahun-tahun ke depan.
Lebih dari sekadar infrastruktur, Jembatan Garuda adalah jembatan harapan. Kelak, akses ini akan memangkas jarak warga Gumukcandi menuju pusat kota, mempermudah jalur ke pasar tradisional, layanan kesehatan di Puskesmas, sarana pendidikan, hingga distribusi hasil bumi dari kebun-kebun rakyat setempat.
Hingga penghujung hari, seluruh rangkaian kegiatan Karya Bakti berlangsung tertib, lancar, dan aman, menegaskan bahwa sinergi TNI dan masyarakat Songgon bukan hanya membangun jembatan fisik, tetapi juga merajut jembatan kepercayaan yang akan terus berdiri kokoh menopang masa depan Gumukcandi.
Editor: 5093N9













