Pekanbaru, Metrozone.net- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru terus berkomitmen memenuhi hak-hak dasar warga binaan, salah satunya hak dalam menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan ibadah warga binaan beragama Buddha di Cetiya Dharma Bakti Lapas Kelas IIA Pekanbaru, yang berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat, Rabu (21/01).
Kegiatan ibadah ini diikuti oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Buddha dengan pendampingan petugas pemasyarakatan serta pembimbing rohani. Suasana ibadah berlangsung tenang, mencerminkan nilai-nilai kedamaian, introspeksi diri, dan pembinaan spiritual bagi para peserta.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan merupakan bagian penting dari proses pembinaan kepribadian warga binaan. Melalui pembinaan rohani, diharapkan warga binaan dapat memperkuat keimanan, meningkatkan kesadaran diri, serta membentuk sikap dan perilaku yang lebih baik selama menjalani masa pidana.
“Pelaksanaan ibadah ini adalah salah satu bentuk nyata pemenuhan hak beragama bagi seluruh warga binaan tanpa diskriminasi. Kami memberikan kesempatan yang sama bagi setiap pemeluk agama untuk menjalankan ibadahnya sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Selain sebagai pemenuhan hak konstitusional, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan mental dan spiritual guna mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan ketika kembali ke masyarakat nantinya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ibadah di Cetiya Dharma Bakti secara rutin, Lapas Kelas IIA Pekanbaru berharap dapat menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang humanis, religius, serta berorientasi pada pembinaan, sejalan dengan tujuan sistem Pemasyarakatan di Indonesia.
Pewarta: SS












