Kemendagri Salurkan Bantuan Perlengkapan Ibadah untuk Warga Terdampak Banjir di Aceh Barat

Meulaboh (Metrozone.net) – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat Kabupaten Aceh Barat yang terdampak bencana banjir hidrometeorologi. Bentuk kepedulian tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan perlengkapan ibadah dalam jumlah besar untuk mendukung aktivitas spiritual warga pascabencana.

​Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Dr. Asmawa, AP., M.Si., selaku Kepala Biro Umum dan Kuasa Pengguna Barang Sekretariat Jenderal Kemendagri RI kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.

​Mewakili Bupati Aceh Barat, Sekretaris Dinas Syariat Islam, Drs. Muharir, menyampaikan bahwa bantuan ini akan segera diteruskan kepada masyarakat yang membutuhkan. Proses distribusi akan dilakukan melalui koordinasi dengan para keuchik (kepala desa) di wilayah-wilayah yang terdampak paling parah.

​“Bantuan ini berupa sarung, mukena, Al-Qur’an, dan sajadah yang akan disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak banjir,” ujar Muharir dalam keterangannya di Meulaboh, Kamis (16/4/2026).

Ia menjelaskan, setiap gampong menerima bantuan dalam jumlah yang sama, yakni 250 mushaf Al-Qur’an, 250 lembar sarung, 500 lembar sajadah, dan 250 lembar mukena.

Adapun desa penerima bantuan tersebut meliputi Gampong Jambak (Kecamatan Pante Ceureumen), Blang Luah (Kecamatan Woyla Barat), Gampong Pasi Masjid (Kecamatan Meureubo), Gampong Pasi Leuhan (Kecamatan Johan Pahlawan), Gampong Tungkop (Kecamatan Sungai Mas), Gampong Pasi Malee (Kecamatan Woyla Barat), Gampong Lhok Male (Kecamatan Woyla Barat), Gampong Kajhueng (Kecamatan Sungai Mas), Gampong Peribu (Kecamatan Arongan Lambalek), dan Gampong Napai (Kecamatan Woyla Barat).

Muharir turut menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada Menteri Dalam Negeri atas atensi khusus yang diberikan kepada warga bumi “Teuku Umar”.

​“Kami mengucapkan terima kasih atas atensi dari Kemendagri. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan menjadi penyemangat dalam menjalankan ibadah di tengah kondisi pascabencana,” pungkasnya.

​Diharapkan dengan adanya bantuan perlengkapan ibadah ini, kondisi psikososial masyarakat dapat segera pulih dan mereka dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman meski masih dalam masa pemulihan pascabanjir. (*)

(Almanudar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *