Karang Intan, Metrozone.net –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus mengembangkan program pembinaan kemandirian warga binaan melalui produksi Teh Mint Laskarin, produk unggulan hasil karya warga binaan yang memiliki manfaat kesehatan dan nilai ekonomis. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan meninjau langsung proses pengolahan produk tersebut di Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Sabtu (09/05/2026).
Dalam kegiatan tersebut, jajaran Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan memperlihatkan secara langsung proses pengolahan Teh Mint Laskarin, mulai dari pemilihan bahan, proses pengeringan, pengemasan, hingga penyajian produk. Warga binaan tampak aktif mengikuti setiap tahapan produksi sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian yang berjalan secara produktif dan berkelanjutan.
Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai kegiatan pembinaan tersebut ketika Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan turut melihat proses pembuatan teh sekaligus menikmati secangkir Teh Mint Laskarin bersama jajaran lapas dan warga binaan.
Teh Mint Laskarin menjadi salah satu produk unggulan pembinaan karena memiliki aroma mint yang segar dan cita rasa yang menenangkan. Selain itu, teh tersebut juga dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh apabila dikonsumsi secara rutin, seperti membantu memberikan rasa rileks, menyegarkan tubuh, dan menjaga kebugaran.
Melalui kegiatan pembinaan tersebut, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus mendorong warga binaan untuk mengembangkan keterampilan, membangun rasa percaya diri, serta meningkatkan produktivitas selama menjalani masa pembinaan.
Program ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan agar memiliki bekal keterampilan dan semangat mandiri saat kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian terus diarahkan untuk menghasilkan kegiatan positif yang memberi manfaat nyata bagi warga binaan.
“Kami terus mendorong program pembinaan yang produktif dan bermanfaat agar warga binaan dapat mengembangkan keterampilan serta membangun optimisme selama menjalani masa pembinaan. Teh Mint Laskarin menjadi salah satu hasil nyata dari proses pembinaan tersebut,” ungkap Yugo Indra Wicaksi.
Sementara itu, Kakanwil Ditjenpas Kalsel, Mulyadi, mengapresiasi semangat dan kreativitas warga binaan dalam menghasilkan produk unggulan lapas yang bernilai positif.
“Produk ini menunjukkan bahwa pembinaan di dalam lapas mampu melahirkan karya yang bermanfaat dan memiliki nilai produktivitas. Saya melihat semangat warga binaan dalam mengikuti pembinaan berjalan sangat baik,” ujar Mulyadi.
Melalui pembinaan kemandirian yang berjalan secara konsisten dan humanis, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus menghadirkan program-program positif yang mampu mengembangkan potensi warga binaan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat luas. (nta).













