Banyuwangi, Meteozone.net- Matahari belum sepenuhnya tinggi ketika suara komando bergema di tepi Sungai Binau, Dusun Krajan, Desa Songgon, Sabtu (18/4/2026). Tepat pukul 07.00 WIB, Komandan Koramil 0825/20 Songgon, Kapten Kav Andoko, memimpin langsung apel bersama puluhan prajurit dan warga sebelum gerakan karya bakti hari ke-20 Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III Kodim 0825/Banyuwangi kembali digencarkan.
Bukan sekadar rutinitas ini adalah denyut keras semangat prajurit TNI yang tak kenal kata menyerah demi satu tujuan: menghubungkan dua dusun yang selama ini terpisah oleh derasnya aliran sungai.
Dalam gerak satu komando, personel yang turun ke lapangan bukan semata anggota Koramil 0825/20 Songgon. Hadir pula Bati Bhakti TNI dari Staf Ter Kodim 0825/Banyuwangi.
Anggota Sibang Kodim, hingga prajurit lintas satuan dari Koramil 0825/08 Srono, 12 Rogojampi, 13 Singojuruh, 14 Kabat, dan 0825/19 Sempu bergabung bersama warga Dusun Krajan dan Dusun Gumukcandi yang bekerja pundak-membahu.
Di hari ke-20 ini, pekerjaan difokuskan pada tiga titik kritis: pengecoran blok beton penarik seling, pemasangan tiang pilon, serta pergeseran dan pemindahan batu belah rangkaian pekerjaan teknis yang menuntut presisi tinggi dan koordinasi tanpa celah.
“Jembatan ini bukan sekadar besi dan beton. Ini adalah janji TNI kepada rakyat bahwa setiap langkah anak-anak menuju sekolah, setiap ibu yang mengantar keluarganya ke puskesmas, dan setiap petani yang membawa hasil kebunnya ke pasar, akan ditopang oleh karya tangan prajurit.”
Refleksi semangat Karya Bakti TNI di Sungai Binau: Jembatan yang membentang di atas aliran Sungai Binau ini bukan infrastruktur biasa. Begitu rampung, ia akan menjadi urat nadi penghubung Dusun Krajan dengan Dusun Gumukcandi serta wilayah sekitarnya mempersingkat akses warga menuju puskesmas, pasar tradisional, sekolah, dan lahan perkebunan yang selama ini hanya bisa dijangkau memutar jauh.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan aman cerminan profesionalisme prajurit Kodim 0825/Banyuwangi yang tak pernah setengah hati dalam mengabdi.
Ketika dua puluh hari kerja keras ini kelak berbuah sebuah jembatan kokoh, Songgon akan mencatat: TNI berdiri bersama rakyat, bukan hanya di atas panggung, tetapi di lumpur dan batu tepi sungai.
Editor: 5093N9






