Meulaboh (METROZONE.net) – Sejumlah guru dan kepala SMP di Kabupaten Aceh Barat menyampaikan kekecewaan atas tidak adanya undangan bagi unsur SMP dalam kegiatan Konferensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Aceh Barat yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu 15 November 2025.
Mereka menilai proses pelaksanaan konferensi terkesan tidak transparan dan tidak melibatkan seluruh jenjang pendidikan sebagaimana seharusnya dalam organisasi profesi guru.
Ketua MKKS SMP Aceh Barat, Banta Lidan, S.Pd.I yang didampingi Wakil Ketua Ibnu Abas, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa PGRI adalah organisasi yang menaungi seluruh pendidik dari PAUD hingga SMA/SMK. Karena itu, setiap kegiatan organisasi harus mengedepankan prinsip kebersamaan dan keterbukaan.
“Kami berharap semua komponen dalam PGRI dilibatkan secara merata. Jangan sampai muncul kesan bahwa hanya jenjang tertentu yang menjadi pusat perhatian,” ujar Banta Lidan, Jum’at (14/11-2025)
Ia menambahkan bahwa konferensi kali ini terkesan memiliki arah tertentu dan kurang menunjukkan transparansi dalam tahapan pelaksanaannya.
“Dari unsur SMP sendiri sudah dipastikan tidak ada yang mencalonkan diri. Kami tidak mempermasalahkan itu. Yang kami sesalkan hanyalah kebersamaan yang terasa terpecah,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua MKKS SMP, Ibnu Abbas, S.Pd,.M.Pd mengingatkan bahwa Ketua PGRI Aceh Barat, Darmi, S.Pd.I., MA, perlu meningkatkan literasi berorganisasi agar kebijakan, komunikasi, dan pola koordinasi di dalam PGRI dapat berjalan lebih inklusif. Menurutnya, literasi organisasi sangat penting untuk menghindari salah tafsir dan menjaga kekompakan guru.
“Kita harus menghindari munculnya kesan perpecahan. PGRI seharusnya menjadi wadah pemersatu seluruh guru, bukan menimbulkan jarak antarjenjang,” ujar Ibnu Abbas.
Para guru SMP Aceh Barat berharap ke depan PGRI dapat memperbaiki pola koordinasi dan keterbukaan informasi, terutama terkait undangan kegiatan dan tahapan konferensi. Mereka menilai bahwa peristiwa ini harus menjadi evaluasi bersama demi memperkuat kolaborasi dan mengembalikan semangat persatuan di kalangan pendidik Kabupaten Aceh Barat.
Sementara itu, Ketua PGRI Aceh Barat, Darmi, S.Pd.I,.MA, saat dikonfirmasi media ini melalui pesan WhatsApp mengatakan untuk konferensi PGRI peserta yang diundang dari utusan PGRI Cabang/dari PGRI Kecamatan. Hal ini, katanya, sesuai dengan AD/ART PGRI,” tulisnya singkat.
Dan mengarahkan media ini untuk konfirmasi dengan Ketua Panitia Konferensi PGRI Aceh Barat Tgk.Syawaluddin
Penulis : Almanudar












