Banyuwangi,- Sebagai bukti keseriusan dan kesungguhan untuk mengawal kasus korupsi makan dan minum (MAMIN) fiktif yang telah berjalan hampir dua tahun, Forum Diskusi Kajian Suara Rakyat (FDKSR) kemarin mendatangi Polisi Resort Kota (POLRESTA) untuk mengantarkan surat laporan pemberitahuan aksi.
Hal ini merupakan respon keras dari FDKSR melihat lambatnya penanganan kasus korupsi oleh Kejaksaan Negeri (KEJARI) Banyuwangi. Dan menurut Al Ma’arif selaku Koordinator aksi mengatakan, jika demonstrasi besok ini merupakan refleksi dari hari sumpah pemuda yang diperingati dengan mengangkat kasus korupsi di Bumi Blambangan.
“Kami sudah kirimkan surat pemberitahuan demonstrasi ke Polresta, dan hari senin besok kami akan turun ke jalan di kantor Kejaksaan Negeri Banyuwangi,” Ucap Koordinator Aksi, Sabtu, 26/10/2024.
Lebih lanjut John panggilan akrabnya menjelaskan, meskipun telah menetapkan tersangka yang merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun kasus ini seperti berhenti ditengah jalan dan tidak ada kejelasan sampai hari mengenai kasus korupsi mamin ini.
“Kami ingin agar si tersangka yaitu segera ditahan dan dinonaktifkan dari ASN. Karena dengan adanya kasus ini, terbukti bila hukum di Bumi Blambangan tumpul dan tebang pilih. Jika rakyat yang bermasalah prosesnya cepat. Tetapi jika pejabat prosesnya lambat dan kami tidak banyak berkomentar kita tunggu aksinya dan sebelumnya saya minta maaf kepada penggunaan jalan karena dihari senin mengganggu perjalanan anda didepan kantor Kejari,” Ucap John.
Editor: 5093N9












