Jakarta, Metrozone.net- Ketegangan hebat melanda dunia penegakan hukum. Tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya menggerebek sebuah rumah mewah yang disinyalir kuat milik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Febrie Adriansyah.
Harta Karun di Balik Dinding Rahasia:
Dalam penggeledahan melelahkan tersebut, penyidik mendapati sebuah dinding yang disamarkan dengan sangat rapi. Di balik pintu rahasia itu, polisi menemukan sebuah brankas besi terkunci berukuran besar.
Setelah dibongkar paksa, petugas dibuat terbelalak oleh isi di dalam brankas berupa tujuh koper besar yang penuh sesak oleh logam mulia dan gepokan mata uang asing. Berikut adalah rincian barang bukti yang langsung disita:
– Emas murni: 74 kilogram emas batangan.
– Valuta asing: 4.767.300 dolar AS (USD) dan 14.083.800 dolar Singapura (SGD).
– Uang tunai: Rp100 juta pecahan rupiah.
” Kami menemukan brankas terkunci yang setelah dibuka berisi tujuh koper, yakni 74 kilogram emas batangan. Total estimasi nilai seluruh aset yang disita di lokasi ini mencapai sekitar Rp476 miliar,” tegas Kepala Kortas Tipidkor Polri, Irjen Pol Totok Suharyanto dalam keterangan resminya.
Selain tumpukan harta berdarah tersebut, polisi turut mengamankan dokumen penting, telepon seluler, hingga foto keluarga yang diduga menjadi petunjuk kuat kepemilikan rumah mewah tersebut.
Benang Merah Tiga Megakorupsi BUMN:
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membenarkan jalannya penggeledahan masif ini. Proses hukum ini merupakan bagian dari penyelidikan gabungan atas tiga perkara dugaan korupsi kakap dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang melibatkan sejumlah BUMN strategis:
– Kasus Batu Bara PLN: Dugaan korupsi pengadaan pasokan batu bara PT PLN yang sempat memicu bencana pemadaman listrik total (blackout).
– Korupsi Dana Asabri & Jiwasraya: Dugaan penyelewengan pengelolaan dana keuangan periode 2020–2025.
– Pencucian Uang Krakatau Steel: Dugaan TPPU dalam skema penyelesaian utang piutang PT CBS kepada anak usaha Krakatau Steel, PT KNI.
“Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan,” Kombes Pol. Budi Hermanto.
LHKPN Janggal dan Barikade Militer:
Temuan harta nyaris setengah triliun rupiah di rumah Sentul ini langsung memicu kecurigaan publik yang luar biasa. Pasalnya, berdasarkan penelusuran pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di KPK, total kekayaan resmi yang dilaporkan oleh Febrie Adriansyah pada tahun 2023 hanya sebesar Rp18,26 Millard. Terdapat jurang perbedaan yang sangat masif antara aset resmi dengan temuan riil di lapangan.
Situasi pascapenggeledahan pun semakin memanas. Kediaman utama Febrie Adriansyah yang terletak di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, langsung dijaga ketat oleh puluhan prajurit TNI bersenjata lengkap.
Sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman intensif terhadap saksi-saksi dan seluruh barang bukti yang telah digelandang ke Mapolda Metro Jaya.
Editor: 5093N9













