Riau, Metrozone.net- Debi Pulpensa Lahir Pada tahun 1998 dari rahim kesederhanaan, sebuah awal yang membentuk keteguhan jiwa dan ketajaman nurani. Ia tumbuh di tengah kehidupan yang mengajarkannya arti bertahan, berjuang dan tidak menyerah pada keadaan. Kini, ia menetap Di Desa Tanjung Belit Selatan (pulau pencong ).
Perjalan hidupnya bukanlah kisah yang dibangun dari kemudahan. Sejak usia 9 tahun kecintaan Debi kepada dunia sepakbola sudah mulai tumbuh.
Seiring berjalannya waktu dengan ketekunan Debi selalu menggeluti kecintaanya kepada dunia sepak bola.
Meski sering di cemooh, di rendahkan dan di remehkan, namun Debi tetap berjuang dengan tekad dan keyakinan yang ada pada dirinya.
Pada tahun 2015 Debi mencoba melatih anak-anak usia dini di Desa Subayang jaya tanah kelahirannya.
Bermodalkan ilmu yang ia dapatkan saat berlatih di SSB Ps.Mutiara Subayang saat itu.
Debi di kenal sebagai seorang anak muda, yang tidak mudah menyerah.
Pada awal tahun 2016 Dengan usianya yang memasuki usia 18 tahun. Debi pulpensa mencoba Melanjutkan kehidupannya di Ibu Kota Provinsi Riau (Pekanbaru).
Berbagai pekerjaan dia coba disana Debi menyambung hidup dengan kemandiriannya.
Untuk pertama kalinya ia bekerja menjadi seorang marbot mesjid di jalan Arengka.
Sekitar satu tahun ia menjadi marbot.
Namun setiap ada pertandingan sepakbola ia selalu menonton dan bahkan ia pernah di pecat dari pekerjaannya itu. Saat ia pulang ke kecamatan Kampar kiri hulu untuk ikut bermain bola membela Desa Subayang jaya tanah kelahirannya di sebuah open turnamen, menjadi tamparan keras bagi Debi setelah tidak bekerja lagi.
Ia masih bertahan di tengah kehidupan yang keras di Ibu Kota Provinsi Riau itu.
Debi tak memiliki tempat tinggal dan sering berpindah – pindah tempat dari kontrakan kawan – kawannya yang menempuh pendidikan di universitas di Pekanbaru.
Di pertengahan 2017 Debi bekerja di salah satu depot air minum di Pekanbaru.
Bekerja dari jam 7 pagi sampai jam 3 sore. Lima (5) bulan lamanya Debi bekerja di depot air minum itu.
Lagi-lagi di berhentikan karena disebabkan oleh sepakbola.
Pada tahun 2018 Debi memilih pulang ke Desa Tanjung belit selatan tempat ia di besarkan.
Debi kembali memasuki dunia persepakbolaan dan membentuk sebuah SSB yang bernama Pspp junior.
Kurang lebih 2 ( dua) bulan fokus melatih anak-anak didiknya, Debu mencoba memberanikan diri untuk membawa anak asuhannya uji tanding ke Desa Lipatkain Kecamatan Kampar Kiri.
Kemenangan perdana ia petik disana.
Di sana ia mulai bergaul dengan para pelatih SSB (sekolah sepak bola).
Dan Debi juga bergabung dengan Asosiasi pelatih sekolah sepakbola rantau Kampar kiri dan dari situ langkah Debi di mulai.
Dan Debi mulai bergaul dengan pelatih-pelatih dan mendapatkan relasi.
Hari-hari ia lalui di desa Tanjung belit selatan.
Menjaga hubungan baik dengan rekan-rekan pelatih rantau Kampar kiri.
Dan akhirnya Debi di percaya untuk mengakhodai SSB Padang sawah junior untuk 12 bersama Coach Suwardi(so’un) untuk persiapan kompetisi liga Sekolah sepakbola SE ranatu Kampar kiri pada tahun 2019.
Alhamdulilah Debi sukses membawa timnya keluar sebagai juara 1 di kompetisi itu dengan pemain gabung kolaborasi anak-anak pulau pencong dan Padang sawah.
Pada tahun 2020 – 2021 nama Debi mulai di kenal di kalangan sepakbola karena rentetan – rentetan prestasi yang ia raih, baik bersama SSB dan tim senior yg ia latih.
Pada tahun 2022 Debi mendapat kesempatan untuk mengambil sertifikat kepelatihan Sepakbola License D PSSI NASIOANAL.
Debi sempat putus asa, karena biaya yg cukup besar untuk mendapatkan License itu. Namun ia tak gentar, dan terus berusaha.
Debi yang di kenal sebagai seorang anak muda yang memiliki pergaulan yang cukup luas dan sosial yang tinggi di tengah – tengah masyarakat.
Akhirnya Debi Mendapatkan Dana Dari DPRD Provinsi Riau Dari Fraksi PPP(Bapak H. YUYUN HIDAYAT, ST, M.Sc).
Alhamdulilah Berkat ketidakpuasan dana, jiwa semangat yang ada pada dirinya Debi saat ini telah mendapatkan License D PSSI NASIOANAL dan namanya telah terdaftar di daftar Pelatih Seluruh Indonesia.(APSSI ) dan PSSI.
Berkat usaha dan kerja kerasnya, Debi juga sempat menimbah ilmu Kepada Coach Emral Abus sang guru pelatih asal pesisir selatan yg mencetak sejarah di Asia tenggara itu.
Tak sampai di situ Debi Pulpensa juga memiliki kesempatan menimbah ilmu kepada mantan2 pemain dan pelatih-pelatih Lokal Liga Indonesia.
Debi sering di kasih masukan dan semangat, seperti Coach Asquri (Exs PSPS RIAU). Almarhum Coach Getra(Salah satu pelatih Kampar) dan anggota Exco ASKAB PSSI Kampar), Coach Philip Hansen (Exs pelatih PSMS Medan) dan instruktur coac Hedukator PSSI itu.
Dan banyak nama – nama lainnya yang selalu memberi masukan kepada Debi,
yang bermodalkan pengetahuan yang ada. Debi juga sempat di percaya menjadi ass.alhmarhum coach Ahmadi bersama Kampar muda u 16 di ajang kompetisi RRI.(Radio Repoblik Indonesia) CUP pada tahun 2024
serta menjadi Ass Coach Madina city football club Pekanbaru u 13 di kompetisi Resmi pssi (piala Soeratin) 2025.
Dan pada tahun yang sama tahun 2025 Debi bersama SSB HARAPAN PUTRA PEKANBARU Dua kali menginjakkan kaki nya di Sumatra Barat ( Padang) Pariaman tepatnya di ajang piala Menpora u 12 zona Sumatra barat dan di kota Padang dalam kompetisi Piala Yeyen Tumena.
Alhamdulillah Debi saat ini sudah bekerja di Desa Tanjung Belit Selatan.
Dan Debi juga aktif di berbagai organisasi.
Salah satunya KPB(komonitas peduli bangsa) yang bergerak di bidang sosial di provinsi Riau.
Dan juga pernah di percaya menjadi wakil Ketua Pemuda Desa Tanjung Belit Selatan. Debi saat ini juga di percaya menjadi Direktur KOPDES MERAH PUTIH Desa tanjung Belit Selatan periode 2025 – 2029.
Saat ini ia juga megang amanah baru menjadi pelatih Tim Al-Fairuz soccer school.
Inilah kisah tentang keberanian memilih jalan yang tidak mudah. Kisah tentang seorang anak dari keluarga sederhana yang menjadikan luka sebagai sumber kekuatan, dan menjelma menjadi seorang Coach Termuda Di kamar kiri hulu, kab.kampar Provinsi Riau.
Pewarta: SS







