Meulaboh (METROZONE.net) – Dayah Zainatul Ulum Diniyah Islami (ZUDI) Gampong Ujong Tanjong Kecamatan Meureubo Kab. Aceh Barat menggelar Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) antar dayah se-Pantai Barat Selatan Aceh sejak tanggal 17 hingga 21 Januari 2026.
Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi ilmiah sekaligus penguatan tradisi keilmuan khususnya dalam penguasaan dan pemahaman kitab-kitab turats (kitab kuning).
Musabaqah yang diikuti oleh 21 Dayah dari berbagai kabupaten di wilayah Pantai Barat Selatan Aceh ini mempertandingkan beberapa cabang, di antaranya Musabaqah Qiraatil Kutub ( MQK), Musabaqah Fahmil Kutub( MFK) dan Musabaqah Syarhil Quran ( MSQ) dengan total peserta 260 orang yang merupakan santri-santri terbaik yang telah melalui seleksi di dayah masing-masing.
Dalam keterangannya, Pimpinan Dayah ZUDI, Dr. H. Tgk Khairul Azhar, MA, menyampaikan bahwa kegiatan MQK ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat belajar kitab kuning di kalangan santri, melatih ketajaman analisis keilmuan, serta menjaga kesinambungan tradisi ulama salafi kali ini kita angkat tema ” Menghidupkan Tradisi Ilmu Merawat Warisan Ulama”.
Selain itu, ajang ini juga diharapkan dapat mempererat ukhuwah antar dayah dan memperkuat jaringan keilmuan pesantren di Aceh.
“Musabaqah Qiraatil Kutub bukan sekadar perlombaan, tetapi wahana membumikan kembali khazanah keilmuan Islam klasik di tengah santri, agar mereka tidak hanya mampu membaca teks, tetapi juga memahami dan mengamalkannya,” ujar beliau.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari para pimpinan dayah dan tokoh masyarakat setempat. Mereka menilai MQK sebagai langkah strategis dalam menjaga identitas dayah sebagai pusat pendidikan Islam yang berakar kuat pada tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jama‘ah.
Dengan terselenggaranya Musabaqah Qiraatil Kutub ini, Dayah ZUDI berharap dapat melahirkan generasi santri yang mumpuni dalam bidang keilmuan, berakhlak mulia, serta siap melanjutkan estafet perjuangan ulama dalam membina umat (*)
(Almanudar)












