Lampung Tengah,MetroZone.Net –
Polemik dugaan pencemaran lingkungan oleh PT Min Gook Indonesia kian memanas. Camat Terbanggi Besar menjadi sorotan setelah memilih bungkam saat dimintai tanggapan terkait pernyataan pihak perusahaan yang dinilai tidak berempati terhadap warga terdampak.
Sikap diam tersebut menuai kritik keras dari Ketua LSM Barisan Muda Indonesia (BASMI) Lampung Tengah, Abdul Razak. Ia menilai, sebagai pemangku wilayah, camat seharusnya hadir dan berpihak pada kepentingan masyarakat, bukan justru terkesan menghindar.
“Harusnya camat itu peka. Ini menyangkut masyarakat yang dirugikan. Jangan malah diam, seolah tidak ada masalah,” tegas Abdul Razak.
Razak juga mendesak Camat Terbanggi Besar untuk segera mengambil peran aktif dengan memfasilitasi penyelesaian antara warga dan pihak perusahaan, guna mencegah situasi yang berpotensi memicu konflik sosial.
“Kalau tidak segera difasilitasi, ini bisa memicu chaos di masyarakat. Jangan tunggu situasi memanas baru bergerak,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menyampaikan kekecewaannya atas sikap camat yang dinilai tidak responsif terhadap konfirmasi dari awak media.

“Ini ada wartawan minta tanggapan, dibaca tapi tidak dibalas. Sebagai camat harusnya lebih tanggap. Kasih penjelasan, biar semuanya jelas. Jangan sampai masyarakat dan publik jadi berprasangka,” tambahnya.
Bahkan, Razak secara terbuka mengungkapkan kecurigaannya terhadap sikap bungkam tersebut.
“Kalau seperti ini, kami jadi bertanya-tanya. Jangan-jangan ada ‘main mata’ antara camat dengan pihak perusahaan. Ini yang membuat kepercayaan publik bisa hilang,” tegasnya dengan nada keras.
Menurutnya, pemerintah kecamatan tidak boleh menjadi tameng bagi perusahaan, apalagi dalam kasus yang menyangkut dugaan pencemaran lingkungan dan kerugian warga.
“Jangan sampai camat justru terlihat melindungi perusahaan. Tugasnya itu melayani dan membela masyarakat, bukan diam saat rakyatnya dirugikan,” ujarnya.
BASMI pun menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan sikap dari pemerintah kecamatan dan tanggung jawab nyata dari pihak perusahaan.
“Kalau semua pihak terus diam dan tidak ada penyelesaian, kami tidak akan tinggal diam. Kami siap turun aksi. Ini soal keadilan,” pungkas Abdul Razak.(Team)






