
Sejak 24 November 2025, bencana tanah longsor melanda wilayah Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, tepatnya di jalur penghubung Desa Pastap menuju Desa Pastap Julu.
Material longsor berupa tanah, batu, dan pepohonan menutupi badan jalan sepanjang puluhan meter, sehingga akses utama masyarakat kedua desa tersebut terganggu karena jalan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua, sedangkan kendaraan roda empat tidak bisa melintas.
Melihat kondisi darurat tersebut, Camat Tambangan, Enda Mora S.Sos, segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dan pihak terkait untuk percepatan penanganan.
Atas usulan resmi dari Camat Tambangan Enda Mora S.Sos, pengadaan dan penurunan alat berat akhirnya disetujui guna membuka kembali akses jalan yang sebagian badan jalan tertutup dan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua.
Langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan aktivitas warga dapat kembali normal serta mengurangi risiko keselamatan mengingat kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil.
Alat berat yang diterjunkan sejak pagi hari tadi Senin, 08/12/2025 oleh Dinas PUPR atas instruksi dari Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution terus bekerja membersihkan timbunan longsor.
Proses pembersihan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan potensi longsor susulan. Aparat kecamatan, pemerintah desa, serta warga setempat juga ikut melakukan gotong royong di sekitar area untuk mempercepat pekerjaan.
Camat Tambangan, Enda Mora S.Sos, menyampaikan bahwa pemulihan akses jalan merupakan prioritas utama karena merupakan jalur vital yang menghubungkan dua desa serta menjadi akses ekonomi masyarakat.
Kepala Desa Pastap M. Raja Lubis mengucapkan terima kasih kepada Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution atas bantuannya mengirimkan alat berat untuk membersihkan sisa sisa material longsor sehingga jalan bisa kembali di lewati kendaraan roda dua dan empat.
Tidak ketinggalan Pj. Kepala Desa Pastap Julu Muhd. Asnawi Lubis juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Mandailing Natal atas bantuannya, dan berterima kasih juga khususnya kepada warga desa pastap julu yang dari hari pertama longsor hingga berita ini diterbitkan, terus berjaga dan bergotong royong untuk memantau dan membantu warga yang melintas.
Muhd. Aswnawi Lubis juga menghimbau kepada warganya untuk tetap waspada selama musim penghujan ini dan segera melaporkan jika melihat tanda tanda pergerakan tanah.
Dengan adanya penanganan cepat melalui pengoperasian alat berat, diharapkan jalur Pastap – Pastap Julu segera dapat dilalui kembali sehingga aktivitas warga pulih dan dampak bencana dapat diminimalkan.
Pemerintah kecamatan juga memastikan pemantauan lanjutan akan terus dilakukan sebagai upaya mitigasi bencana.
Peliput: Arbain Lubis








