Wabup Raja Sayang Buka Festival Literasi Nagan Raya 2026, Dorong Penguatan Budaya Membaca dan Teknologi Bijak

Daerah34 Dilihat

Suka Makmue (Metrozone.net) – Bupati Nagan Raya, Provinsi Aceh, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., diwakili Wakil Bupati (Wabup) Raja Sayang secara resmi membuka Festival Literasi Kabupaten Nagan Raya Tahun 2026 yang berlangsung di halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Nagan Raya, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Selasa (13/10/2026).

Dalam sambutannya, Wabup Raja Sayang mengatakan festival literasi merupakan ajang kampanye untuk meningkatkan budaya membaca, menulis, serta kemampuan masyarakat dalam memahami isi bacaan.

“Budaya membaca dan kecakapan literasi harus terus digalakkan dalam kehidupan sehari-hari karena menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang berpengetahuan dan berkarakter,” ujar Raja Sayang.

“Peningkatan minat baca perlu menjadi perhatian bersama, terutama bagi kalangan pelajar sebagai generasi penerus pembangunan Kabupaten Nagan Raya,” sambungnya.

Menurutnya, masih terdapat anak-anak, pelajar, dan masyarakat umum yang memiliki keterbatasan dalam memahami bacaan secara utuh, karena itu diperlukan kolaborasi semua pihak untuk membumikan budaya literasi di tengah masyarakat.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat memaknai secara bijak literasi sebagai budaya membaca dan menulis yang dipermudah dan diperkuat oleh kehadiran teknologi, bukan sebaliknya kehadiran teknologi menghilangkan budaya literasi,” ajaknya.

“Literasi tidak hanya berkaitan dengan kecerdasan, tetapi juga membentuk kebijaksanaan, etika, kreativitas, serta kemampuan membedakan informasi yang benar dan salah,” tambahnya.

Ia berharap DPK Kabupaten Nagan Raya terus berinovasi melalui berbagai kegiatan yang berorientasi pada pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam meningkatkan minat baca dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).

“Keberadaan perpustakaan gampong, taman bacaan masyarakat (TBM), dan pojok baca di pelosok-pelosok diharapkan dapat meningkatkan minat baca bagi seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Nagan Raya, Drs. Said Amri dalam laporannya menyampaikan bahwa Festival Literasi Kabupaten Nagan Raya Tahun 2026 diselenggarakan dengan mengacu pada petunjuk teknis Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

“Penyelenggaraan kegiatan ini disesuaikan dengan petunjuk teknis Perpustakaan Nasional Republik Indonesia serta arahan Bapak Bupati saat kami melaporkan rencana pelaksanaan kegiatan ini,” kata Said Amri.

Ia menjelaskan, Festival literasi tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Oktober 2026.

“Untuk mengampanyekan budaya minat membaca, menulis, dan memahami isi bacaan di kalangan masyarakat, terutama pelajar dan generasi muda,” sambungnya.

Adapun rangkaian kegiatan festival meliputi workshop literasi, talkshow literasi, lomba bertutur tingkat SD/MI, bazar atau pameran UMKM, bedah buku, serta penampilan kesenian.

“Pada hari pertama, peserta terdiri atas pengelola perpustakaan gampong dan kecamatan, guru pengelola perpustakaan sekolah, pengelola taman bacaan masyarakat, aparatur gampong yang memiliki perpustakaan, tokoh masyarakat, serta akademisi STIAPEN Nagan Raya,” ungkapnya.

Pada hari kedua sebutnya, kegiatan melibatkan siswa SMP/MTs hingga SMA/SMK sederajat dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Nagan Raya. Pada hari yang sama, juga diselenggarakan lomba bertutur atau bercerita bagi 37 siswa dan siswi SD/MI kelas IV dan V.

“Sementara pada hari ketiga, kegiatan dilanjutkan dengan penyelesaian lomba bertutur, pembagian hadiah, serta penampilan sejumlah seniman Aceh, di antaranya Fahmil Arabi dan Sulis Group Pineung,” tutur Said Amri.

Ia menambahkan Festival ini turut menghadirkan akademisi putra daerah yang berkarier di sejumlah perguruan tinggi di luar Nagan Raya sebagai narasumber.

“Yaitu Prof. Dr. Jamaluddin, S.H., M.Hum., dari Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, yang membawakan materi lokakarya literasi; Prof. Dr. Zulfadhli A. Aziz, S.Pd., M.A., dari Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, dalam sesi talkshow literasi; serta Dr. Khairuddin, S.Pd., M.Pd., dari Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh, pada sesi bedah buku,” imbuhnya.

Selain rangkaian kegiatan edukatif, festival ini turut dimeriahkan dengan stan pameran yang melibatkan lima perpustakaan gampong, tiga perpustakaan kecamatan, Forum Anak Nagan Raya (Fonara), dan 19 pelaku UMKM.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, para kepala SKPK, para camat, Ketua dan Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Nagan Raya, sejumlah keuchik beserta aparatur gampong, serta undangan lainnya.

(Almanudar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *