PIPAS Lapas Narkotika Karang Intan Kembangkan Keterampilan melalui Pelatihan Anyaman Purun

Karang Intan, Metrozone.net

Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) Cabang Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan mempelajari teknik menganyam purun melalui pelatihan keterampilan di Kampung Purun, Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru. Anggota PIPAS mempelajari cara mengolah purun sekaligus mempraktikkan pembuatan tas anyaman hingga menghasilkan produk yang siap digunakan, Sabtu (12/09/2026).

Sebanyak tujuh pengrajin purun mendampingi peserta selama pelatihan. PIPAS membagi peserta ke dalam tujuh kelompok, masing-masing terdiri atas empat orang. Peserta mempelajari teori dasar pengolahan purun dan teknik menganyam, kemudian mempraktikkannya secara langsung hingga membentuk tas.

Ketua PIPAS Cabang Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Erma Diniah Yugo, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus mengenalkan kerajinan lokal yang memiliki nilai budaya dan manfaat.

“Pelatihan ini memberikan pengalaman yang sangat bermanfaat bagi anggota PIPAS. Kami tidak hanya belajar teknik menganyam purun, tetapi juga mengenal proses pembuatan kerajinan lokal hingga menjadi produk yang dapat digunakan. Kami berharap keterampilan ini dapat terus dikembangkan dan ikut menjaga keberadaan kerajinan purun sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah,” ujar Erma.

Setiap kelompok mengikuti arahan mentor dalam menyusun purun, menjaga pola, dan membentuk anyaman menjadi tas. Peserta juga mendapat kesempatan memperbaiki hasil anyaman berdasarkan koreksi pengrajin.

Anggota PIPAS Cabang Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Sri Nurcahyaningsih, menyambut antusias kegiatan tersebut. Ia menilai praktik langsung membantu peserta memahami teknik menganyam dengan lebih mudah.

“Awalnya saya mengira menganyam purun cukup sulit, tetapi setelah mendapat arahan dari pengrajin dan langsung mencoba, saya mulai memahami tekniknya. Saya senang bisa belajar membuat tas dari bahan purun sekaligus mengenal lebih dekat kerajinan khas daerah. Semoga setelah pelatihan ini kami bisa terus berlatih dan membuat berbagai karya lainnya,” ungkap Cahya.

Salah satu pengrajin purun, Dewi, memberikan pendampingan selama praktik sekaligus mengenalkan cara menata bahan dan menjaga kerapian anyaman agar menghasilkan tas yang kuat dan rapi.

“Kami senang dapat berbagi pengetahuan menganyam purun kepada anggota PIPAS. Kami memberikan teknik dasar secara bertahap agar peserta mudah mengikuti setiap prosesnya. Dengan latihan yang berkelanjutan, keterampilan ini dapat dikembangkan untuk membuat berbagai produk dari purun,” jelas Dewi.

Kegiatan berlangsung secara interaktif. Peserta berdiskusi dengan pengrajin, mencoba teknik yang diajarkan, dan menyelesaikan tas anyaman melalui praktik langsung. Proses tersebut memperkenalkan purun sebagai bahan lokal yang dapat diolah menjadi produk fungsional sekaligus memiliki nilai budaya.

Melalui pelatihan tersebut, PIPAS Cabang Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan mengembangkan keterampilan dan kreativitas anggota sekaligus turut melestarikan kerajinan purun sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal. Kegiatan ini menjadi langkah positif bagi PIPAS untuk terus mengenalkan potensi budaya daerah melalui pembelajaran yang bermanfaat dan menghasilkan karya bernilai guna. (nta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *