Oleh: Banta Lidan
Kepala SMPN 2 Pante Ceureumen, Aceh Barat
MEULABOH (Metrozone.net) – Peningkatan mutu pendidikan di Aceh Barat merupakan tanggung jawab bersama. Kompetensi dan profesionalitas guru tentu menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan pembelajaran. Namun, menurut saya, ada satu aspek yang perlu mendapat perhatian lebih serius, yaitu kepedulian dan keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak.
Guru dapat terus meningkatkan kompetensi, memperbaiki metode pembelajaran, dan memberikan pendampingan terbaik kepada peserta didik. Namun, proses pendidikan tidak berhenti ketika anak meninggalkan gerbang sekolah. Justru sebagian besar waktu anak berada di lingkungan keluarga. Karena itu, keberhasilan pendidikan sangat dipengaruhi oleh apa yang dilakukan, dibiasakan, dan dicontohkan di rumah.
Kita perlu melihat persoalan ini secara realistis.
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang tua harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kesibukan tersebut merupakan bagian dari realitas kehidupan. Namun, di tengah kesibukan itu, pendidikan dan pembinaan anak tetap membutuhkan perhatian.
Sekolah tidak mungkin mengambil seluruh peran keluarga.
Ambil contoh penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, salah satunya kebiasaan bangun pagi.
Sekolah dapat memberikan pemahaman, membangun motivasi, dan membiasakan peserta didik untuk disiplin. Namun, ketika anak berada di rumah, pembentukan kebiasaan tersebut sangat membutuhkan dukungan orang tua.
Tidak mungkin guru datang ke rumah peserta didik menjelang waktu Subuh untuk memastikan anak bangun pagi. Tidak mungkin pula seluruh pembentukan karakter anak diserahkan kepada sekolah. Ada bagian yang hanya dapat dilakukan secara efektif oleh keluarga.
Di sinilah pentingnya membangun kesadaran bahwa orang tua bukan sekadar pihak yang menerima laporan hasil belajar anak, tetapi merupakan mitra utama sekolah dalam proses pendidikan.
Karena itu, peningkatan mutu pendidikan di Aceh Barat kiranya tidak hanya diarahkan pada peningkatan kompetensi guru, pembangunan sarana dan prasarana, serta pengembangan kurikulum dan pembelajaran.
Perlu pula dipikirkan sebuah mekanisme yang sistematis untuk meningkatkan keterlibatan orang tua.
Program parenting, misalnya, dapat dikembangkan secara lebih terarah dan berkelanjutan. Orang tua tidak hanya diundang ketika ada rapat atau ketika anak mengalami masalah, tetapi juga diberikan ruang untuk memahami bagaimana mendampingi anak belajar, membangun kedisiplinan, membentuk karakter, mengawasi penggunaan teknologi, serta menciptakan kebiasaan positif di rumah.
Komunikasi antara sekolah dan keluarga juga perlu diperkuat. Teknologi dapat dimanfaatkan untuk menjembatani komunikasi tersebut, tetapi hubungan langsung antara guru, orang tua, dan masyarakat tetap penting.
Kita juga perlu menghindari pendekatan yang seolah-olah menempatkan guru dan orang tua pada posisi yang berbeda. Guru bukan pihak yang harus disalahkan ketika hasil pendidikan belum sesuai harapan, demikian pula orang tua bukan pihak yang harus dipersalahkan.
Yang lebih penting adalah bagaimana kedua pihak dapat duduk bersama mencari solusi.
Pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan pendidikan memiliki posisi strategis untuk memfasilitasi kolaborasi tersebut. Dibutuhkan kebijakan dan program yang mendorong terbentuknya ekosistem pendidikan yang melibatkan sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah.
Pada akhirnya, pendidikan adalah proses yang panjang. Guru memiliki tanggung jawab besar di sekolah, tetapi keluarga memiliki peran yang tidak kalah penting di rumah.
Guru mengajarkan ilmu dan membimbing di sekolah. Orang tua membentuk kebiasaan dan karakter di rumah. Masyarakat menciptakan lingkungan yang mendukung. Pemerintah menyediakan kebijakan dan ekosistemnya.
Jika semua unsur tersebut dapat berjalan bersama, maka upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh Barat akan memiliki fondasi yang lebih kuat.
Karena itu, sudah saatnya kita memperluas cara pandang tentang pendidikan. Meningkatkan kualitas guru memang penting, tetapi membangun keluarga yang peduli terhadap pendidikan anak juga sama pentingnya. Pendidikan anak pada akhirnya bukan hanya urusan sekolah. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama (**)
(Redaksi Aceh)







