MEULABOH (Metrozone.net) – Sebanyak 25 siswa terbaik Kabupaten Aceh Barat siap membawa nama daerah ke kancah internasional melalui ajang Asia Pacific Olympiad Championship and Sustainable Tourism Workshop (APOC) 2026 yang akan berlangsung di Terengganu, Malaysia, pada 7–10 September 2026.
Para pelajar tersebut akan berhadapan dengan sekitar 550 peserta dari berbagai negara di kawasan Asia dan Asia Pasifik, dalam kompetisi yang menjadi salah satu ajang pengembangan potensi akademik dan kemampuan komunikasi generasi muda.
Sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terhadap kemajuan pendidikan dan pengembangan prestasi pelajar, Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP., MM., yang diwakili Asisten Administrasi Umum Safrizal, secara resmi melepas 25 peserta delegasi Aceh Barat di Kantor Bupati Aceh Barat, Jumat (4/9/2026).
Mereka akan mengikuti rangkaian kegiatan Asia Pacific Olympiad Championship and Sustainable Tourism Workshop 2026 yang diselenggarakan oleh Universiti Malaysia Terengganu (UMT).
Ajang bergengsi tingkat Asia Pasifik tersebut telah memasuki tahun keempat penyelenggaraan dan diikuti peserta dari sejumlah negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Kamboja, Thailand, India, Bangladesh, serta negara-negara lainnya di kawasan Asia Pasifik.
Keikutsertaan pelajar Aceh Barat pada APOC tahun ini merupakan tahun kedua. Pada penyelenggaraan tahun 2025, Aceh Barat mengirimkan 12 peserta yang berasal dari lingkungan madrasah di bawah Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat.
Pada tahun 2026, jumlah delegasi meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 25 siswa. Mereka berasal dari sejumlah SMA dan MA di Kabupaten Aceh Barat, yakni 9 siswa dari MAN 1 Aceh Barat, 6 siswa dari SMAN 4 Wira Bangsa Meulaboh, 4 siswa dari SMAN 1 Meulaboh, 2 siswa dari SMAN 1 Woyla, 2 siswa dari SMAN 1 Woyla Barat, serta masing-masing 1 siswa dari SMAN 2 Meulaboh dan MAN 2 Aceh Barat.
Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Koordinator Delegasi APOC Aceh Barat 2026, Aduwina Pakeh, mengatakan para peserta yang diberangkatkan merupakan siswa yang telah melewati proses seleksi dan pembinaan secara bertahap.
Menurutnya, sebelum dinyatakan lolos sebagai delegasi, para peserta terlebih dahulu mengikuti sejumlah tes potensi akademik, termasuk kemampuan matematika dan Bahasa Inggris.
Dosen Program Studi Ilmu Administrasi Negara Universitas Teuku Umar tersebut menambahkan, peserta yang terpilih merupakan siswa terbaik hasil seleksi panitia lokal. Mereka juga telah mengikuti bimbingan teknis dan pembinaan yang dipusatkan di MAN 1 Aceh Barat sebagai bagian dari persiapan sebelum bertolak ke Terengganu, yang dikenal dengan julukan “Darul Iman.”
Dalam arahan yang disampaikan melalui Asisten Administrasi Umum Safrizal, Bupati Aceh Barat Tarmizi meminta para peserta mempersiapkan mental sebaik mungkin untuk menghadapi kompetisi internasional tersebut.
Menurut Bupati, kemampuan akademik harus dibarengi dengan keberanian, kedisiplinan dan mental bertanding yang kuat.
“Saya yakin peserta yang berada di hadapan saya semua memiliki mental juara. Ini terlihat dari wajah yang siap tempur,” ujar Tarmizi.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan prosesi pelepasan secara resmi yang ditandai dengan penyerahan bendera pataka Kabupaten Aceh Barat kepada Ketua Delegasi APOC Aceh Barat 2026, Aduwina Pakeh.
Bupati Aceh Barat juga berpesan kepada seluruh peserta agar senantiasa menjaga ibadah dan menaati perintah Allah SWT selama berada di Malaysia.
“Jaga nama baik daerah. Apalagi Terengganu terkenal dengan pelaksanaan syariat Islam yang kuat,” pesan Tarmizi.
Ia turut meminta para peserta untuk menjaga sikap, etika dan nama baik Aceh Barat selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Bupati juga mengharapkan dukungan dan doa dari orang tua, wali, serta seluruh masyarakat Aceh Barat agar para peserta mampu memberikan hasil terbaik.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Barat, T. Kamarisal, menyampaikan apresiasi atas keberanian dan semangat para siswa Aceh Barat untuk tampil dalam kompetisi tingkat internasional.
Menurutnya, keikutsertaan dalam APOC bukan hanya tentang mengejar medali atau kemenangan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para siswa untuk menguji kemampuan, membangun kepercayaan diri, memperluas wawasan dan mendapatkan pengalaman berinteraksi dengan pelajar dari berbagai negara.
“Ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi siswa Aceh Barat untuk mengukur kemampuan mereka di tingkat internasional. Jangan takut bersaing. Tunjukkan bahwa anak-anak Aceh Barat memiliki kemampuan akademik, keberanian dan karakter yang tidak kalah dengan peserta dari negara lain,” ujar T. Kamarisal.
Ia berharap pengalaman mengikuti kompetisi internasional tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya di Aceh Barat untuk terus meningkatkan prestasi dan berani mengambil kesempatan di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami berharap para peserta tidak hanya pulang membawa prestasi, tetapi juga membawa pengalaman dan inspirasi yang dapat dibagikan kepada teman-teman mereka di sekolah. Ini bisa menjadi motivasi bagi lahirnya lebih banyak pelajar berprestasi dari Aceh Barat,” tambahnya
Dihubungi terpisah Kepala MAN 1 Aceh Barat, Faisal, M.Pd, menyatakan dukungan penuh terhadap keterlibatan siswanya dalam ajang internasional tersebut.
Ia menilai kesempatan tampil di level Asia Pasifik merupakan pengalaman berharga bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi akademik sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.
“Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi siswa. Kami mendukung penuh dan berharap mereka mampu memberikan yang terbaik serta membawa nama baik sekolah, Aceh Barat dan Indonesia,” ujarnya.
Pelepasan delegasi tersebut turut dihadiri Rektor Universitas Teuku Umar yang diwakili Kepala Biro AKK Rinaldi Iswan, M. Sc Ketua MPD Aceh Barat Adami Umar, Kepala Disparpora Aceh Barat Said Azmi, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Barat T. Kamarisal, Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Barat yang diwakili Kasubbag TU H. Ichwan, para kepala SMA/MA, serta orang tua dan wali peserta.
Dengan persiapan yang telah dilakukan, 25 pelajar Aceh Barat kini siap bertolak ke Terengganu. Mereka tidak hanya membawa nama sekolah, tetapi juga membawa harapan masyarakat Aceh Barat untuk tampil dan berprestasi di panggung internasional.
(Almanudar)







