Banyuwangi, Metrozone.net- KKN kelompok 17 desa rejoagung kecamatan srono kabupaten banyuwangi Program pengabdian kepada masyarakat Melalui pemberdayaan Ibu-Ibu PKK dalam pemanfaatan pekarangan rumah dengan konsep Mini Garden dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga di Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi.
Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik berupa taman sayur, tetapi juga berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi, pendampingan, dan pembentukan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.
Menurut FAO (2021), ketahanan pangan rumah tangga dapat diwujudkan melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang mampu menjamin ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan secara berkelanjutan.
Hal tersebut sejalan dengan hasil penelitian Purwantini dan Saptana (2018) yang menyatakan bahwa optimalisasi pekarangan rumah dapat meningkatkan ketersediaan pangan sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga.
Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar pekarangan warga di Desa Rejoagung belum dimanfaatkan secara produktif. Kondisi tersebut disebabkan oleh minimnya pengetahuan masyarakat mengenai teknik budidaya tanaman pekarangan serta belum adanya contoh nyata yang dapat dijadikan acuan.
Oleh karena itu, tim KKN membangun satu unit Mini Garden sebagai pilot project yang dilengkapi dengan berbagai jenis tanaman sayuran, media tanam yang tertata, dan sistem penyiraman sederhana sehingga mudah diterapkan oleh masyarakat.
Sebelum pembangunan Mini Garden, dilakukan sosialisasi kepada Ibu-Ibu PKK mengenai pentingnya ketahanan pangan rumah tangga, teknik budidaya tanaman, serta manfaat ekonomi dan lingkungan dari pemanfaatan pekarangan.
Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan praktik langsung. Pendekatan partisipatif tersebut terbukti mampu meningkatkan antusiasme peserta sehingga proses transfer pengetahuan berlangsung lebih efektif.
Temuan ini sejalan dengan penelitian Mulyani et al. (2020) yang menyebutkan bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis partisipasi aktif memberikan dampak yang lebih berkelanjutan dibandingkan pendekatan yang hanya bersifat penyuluhan.
Setelah kegiatan sosialisasi, dilakukan pembangunan Mini Garden pada pekarangan salah satu warga yang dijadikan lokasi percontohan. Pembangunan meliputi penataan lahan, pemasangan media tanam, penanaman berbagai jenis sayuran, serta penyediaan sistem penyiraman sederhana agar proses pemeliharaan tanaman menjadi lebih efisien.
Kehadiran Mini Garden sebagai model percontohan memberikan gambaran nyata kepada masyarakat mengenai cara memanfaatkan pekarangan secara produktif tanpa memerlukan lahan yang luas maupun biaya yang tinggi.
Hal ini mendukung hasil penelitian Rahmawati et al. (2023) yang menyatakan bahwa konsep kebun rumah tangga mampu meningkatkan kemandirian pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan sempit.
Untuk mengetahui tingkat keberhasilan program, tim KKN melakukan evaluasi melalui observasi, diskusi, dan wawancara kepada peserta setelah kegiatan berlangsung. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.
Selain itu, muncul komitmen dari beberapa anggota PKK untuk mengembangkan konsep serupa di pekarangan rumah masing-masing. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa program tidak hanya menghasilkan luaran fisik berupa taman sayur, tetapi juga memberikan dampak terhadap perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sumber daya lokal secara lebih produktif.
Penulis: Dony Fahmi Fahrizal






