PUPR Aceh Barat Pacu Pembangunan Jembatan Gantung Rangka Baja Rp4,8 Miliar di Panton Reu

MEULABOH (Metrozone.net) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memulai proyek pembangunan jembatan gantung rangka baja yang menghubungkan Gampong Mugo Rayeuk dengan Blang Teungoh, Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat.

Proyek infrastruktur senilai Rp4,8 miliar ini tidak hanya dirancang sebagai infrastruktur penyeberangan biasa, melainkan sebagai urat nadi baru untuk mendongkrak roda perekonomian dan memajukan sektor wisata religi di kawasan pedalaman.

​Langkah taktis yang diambil pemerintah daerah ini menjadi jawaban konkret atas keluhan masyarakat yang selama bertahun-tahun terisolasi akibat keterbatasan akses transportasi.

Selama ini akses transportasi warga di kedua gampong tersebut sangat bergantung pada jembatan gantung lama yang hanya memiliki kapasitas untuk kendaraan roda dua. Kondisi ini kerap menyulitkan warga saat harus mengangkut hasil pertanian dalam jumlah besar atau ketika menghadapi situasi darurat medis yang membutuhkan penanganan cepat ambulans.

​Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Beni Hardi, mengatakan bahwa jembatan baru ini akan membawa perubahan spesifikasi yang sangat signifikan agar dapat mengakomodasi kendaraan roda empat.

​”Alhamdulillah, saat ini pengerjaan di lapangan sudah berjalan. Progres saat ini fokus pada pemasangan Borepile (pondasi tiang bor) untuk memastikan kekuatan dasar jembatan. Jembatan gantung baru ini didesain khusus menggunakan material rangka baja agar kuat dilintasi mobil,” ujar Beni Hardi, Sabtu (27/6/2026).

Beni menjelaskan bahwa ​proyek ini menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah tahun ini didanai melalui skema anggaran khusus.

Paket pekerjaan ini, kata dia, dikerjakan oleh rekanan CV MELATI
​Nilai Kontrak sebesar Rp4.844.839.000,-
​dari sumber pembiayaan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2026 dengan Panjang 50 meter dengan lebar efektif 2,4 meter dan ​target penyelesaian di Bulan November 2026

Menurutnya, ​Dengan lebar 2,4 meter dan material rangka baja pilihan, jembatan ini dipastikan aman untuk lalu lintas searah kendaraan roda empat, seperti mobil pribadi, ambulans, hingga truk logistik ukuran kecil (engkel) bermuatan hasil bumi.

“​Selain mempermudah mobilitas harian dan memangkas waktu tempuh antar desa, jembatan ini memiliki fungsi strategis sebagai penggerak sektor pariwisata. Apalagi kecamatan Panton Reu dikenal memiliki potensi wisata ziarah yang kuat, salah satunya adalah objek Wisata Religius Qur’an Wangi yang berlokasi di wilayah tersebut,” ujarnya

​Selama ini, kata Beni , kunjungan wisatawan atau peziarah dari luar daerah sering kali terkendala karena bus atau mobil yang mereka tumpangi tidak bisa menjangkau lokasi secara langsung akibat keterbatasan jembatan lama.

​”Kami mengintegrasikan pembangunan infrastruktur ini dengan pengembangan sektor pariwisata daerah. Jika akses jalan dan jembatan sudah bisa dilalui mobil secara lancar, kami optimis arus kunjungan peziarah ke Wisata Religius Qur’an Wangi akan melonjak tajam. Imbas positifnya tentu merembet pada pelaku UMKM dan ekonomi kreatif masyarakat sekitar gampong,” papar Beni

​Mengingat urgensi dan besarnya anggaran proyek ini, Dinas PUPR Aceh Barat berkomitmen menjaga transparansi pelaksanaan di lapangan agar terhindar dari cacat hukum atau keterlambatan progres.
​Untuk itu, Pemkab Aceh Barat secara resmi menggandeng Jaksa Pengacara Negara (JPN) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat untuk melakukan pengawalan dan pendampingan hukum secara ketat dari awal masa kontrak hingga selesai pekerjaan.

​”Pendampingan dari pihak Kejari ini penting sebagai langkah preventif, memastikan seluruh administrasi dan fisik proyek berjalan sesuai timeline dan regulasi yang berlaku,” terangnya

“Kami ingin jembatan ini selesai tepat waktu pada November nanti, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat baik untuk kebutuhan administrasi pemerintahan, akses pendidikan anak-anak sekolah, hingga kenyamanan para wisatawan,” pungkas Beni

Penulis: Almanudar

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *