DPMG Aceh Barat Resmi Usulkan 4 Gampong Inovatif untuk Lomba TTG dan Posyandek Tingkat Provinsi Tahun 2026

Banda Aceh (Metrozone.net) – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) menunjukkan keseriusan penuh dalam memperkuat sektor inovasi desa. Hal ini dibuktikan dengan pendaftaran resmi untuk berkompetisi dalam ajang Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) dan Pos Pelayanan Teknologi Desa (Posyantek) tingkat Provinsi Aceh tahun 2026.

​Langkah strategis ini diawali dengan penyerahan berkas usulan empat gampong unggulan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Barat, yang diwakili oleh Kabid SDA dan TTG, Nova Handayani, SE., M.Si. Berkas tersebut diterima langsung oleh pihak DPMG Provinsi Aceh di Banda Aceh pada Kamis (16/4/2026)

​Tahun ini, Aceh Barat mengusung tema besar mengenai pengolahan limbah menjadi nilai ekonomis serta efisiensi produksi pangan. Empat gampong dari Kecamatan Johan Pahlawan dan Meureubo terpilih menjadi garda terdepan mewakili kabupaten, diantaranya

​1. Gampong Pasar Aceh (Kec. Johan Pahlawan)
​Inovasi: Mesin Peleleh Plastik.
​Tujuan: Solusi manajemen sampah perkotaan untuk mengubah limbah plastik menjadi produk turunan bernilai jual tinggi.

​2. Gampong Suak Sigadeng (Kec. Johan Pahlawan)
​Inovasi: Mesin Pembuat Telur Asin.
​Tujuan: Modernisasi produksi UMKM lokal guna menghasilkan kualitas telur yang konsisten dengan waktu produksi lebih cepat.

​3. Gampong Mesjid Tuha (Kec. Meureubo)
​Inovasi: Mesin Penghancur Cangkang Kerang.
​Tujuan: Mengolah limbah hasil laut pesisir menjadi bahan baku pakan ternak dan campuran material konstruksi.

​4. Gampong Peunaga Pasi (Kec. Meureubo)
​Inovasi: Mesin Briket Biomassa Tempurung Kelapa.
​Tujuan: Menciptakan energi terbarukan dengan memanfaatkan limbah perkebunan kelapa yang melimpah.

​Nova Handayani menegaskan bahwa partisipasi ini bukan sekadar mengejar gelar juara, melainkan bagian dari strategi pembinaan masyarakat agar lebih mandiri melalui penguasaan teknologi.

​”Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat serta mendorong kemandirian gampong berbasis teknologi sederhana namun tepat guna,” tegas Nova

​Ia menambahkan bahwa DPMG Aceh Barat berkomitmen memberikan pendampingan teknis secara berkelanjutan. Tujuannya agar alat-alat tersebut tidak berhenti sebagai prototipe lomba, melainkan diimplementasikan dalam skala industri rumah tangga yang nyata.

​Ajang tingkat provinsi ini menjadi panggung pembuktian bagi kreativitas putra daerah Aceh Barat. Pemerintah berharap partisipasi ini memicu kesadaran kolektif bahwa pembangunan gampong berkelanjutan dapat dicapai melalui pemanfaatan sumber daya alam secara bijak.

​”Mari kita dukung bersama kreativitas dan inovasi anak daerah. Inovasi desa melalui TTG adalah kunci untuk memperkuat struktur ekonomi di tingkat gampong,” pungkas Nova.

​penulis: Almanudar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *