Meulaboh (METROZONE.net) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat menyelenggarakan Talkshow Pendidikan dan Showcase Pembelajaran Mendalam Batch 1, sebuah agenda strategis dalam penguatan mutu pembelajaran bagi guru jenjang PAUD, SD, dan SMP.
Kegiatan ini secara resmi dibuka Kadisdikbud Aceh Barat yang diwakili Kabid Dikdas, Raflizar, berlangsung di Aula Gedung B Disdikbud setempat, Rabu (19/11-2025)
Adapun jumlah peserta sebanyak 200 orang yang terdiri dari guru, pengawas sekolah, kepala sekolah, serta fasilitator Pembelajaran Mendalam.
Hadir pula sebagai tamu undangan, diantaranya Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Barat, Perwakilan BGTK Provinsi Aceh, serta Perwakilan Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen Kemendikbudristek.
Kadis Dikbud Aceh Barat,Dr. Husensah, M.Pd, yang diwakili Kabid Dikdas, Raflizar dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen untuk tranfirmasi pembelajaran yang telah diadopsi dan dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat bekerja sama dengan BGTK Provinsi Aceh.

Adapun dasar hukum pelaksanaan program, kata Raflizar, mengacu pada Petunjuk Teknis Pelatihan Pembelajaran Mendalam yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), meliputi ketentuan penyiapan, pelaksanaan, pendampingan, hingga evaluasi.
Pembiayaan kegiatan ini, kata dia, didukung oleh Dana BOSKIN pada satuan pendidikan, sebagaimana diatur dalam Juknis Pengelolaan Dana BOS.
Ia menyebutkan Pembelajaran Mendalam adalah pendekatan penguatan kompetensi guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran yang bermakna. Program ini menekankan pemahaman mendalam terhadap konsep dan praktik pembelajaran, penerapan strategi inovatif di kelas, asesmen autentik yang berpihak pada peserta didik,.serta refleksi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Pada sesi showcase, kata Raflizar, para guru menampilkan praktik baik yang telah berhasil diimplementasikan selama proses Bimtek dan pendampingan, termasuk desain pembelajaran kontekstual, model asesmen yang menilai proses dan hasil belajar, serta dokumentasi refleksi guru dan peserta didik
Raflizar menyebutkan melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat kapasitas guru sebagai garda terdepan perubahan pembelajaran.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang presentasi, tetapi juga forum kolaborasi untuk saling belajar antar-guru, pengawas, serta fasilitator PM. “Transformasi pembelajaran yang bermakna harus dimulai dari guru,” katanya
Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan praktik baik terus berkembang dan memberi dampak nyata bagi murid di ruang kelas,” pungkas Raflizar
*Agenda Lanjutan*
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat bersama BGTK Provinsi Aceh berkomitmen melanjutkan program ini ke batch berikutnya, serta memperluas skema pendampingan ke lebih banyak satuan pendidikan.
Seluruh praktik baik yang ditampilkan hari ini akan dirangkum dan digunakan sebagai rujukan peningkatan mutu pembelajaran di tingkat kabupaten.
Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi bersama dan penyerahan apresiasi kepada guru-guru yang telah menampilkan showcase terbaik.
Penulis: Almanudar












