Banyuwangi, Metrozone.net- Menjadi salah satu jujugan wisata nasional, pemerintah terus memperluas akses transportasi menuju Banyuwangi. Salah satunya, PT KAI meluncurkan KA Sangkuriang rute Bandung – Banyuwangi, via Yogyakarta. KA Sangkuriang ini resmi memulai perjalanannya pada 1 Mei 2026. Kereta ini melewati rute Yogyakarta, Solo, Surabaya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik operasional KA Sangkuriang ini. Rute baru tersebut akan menjadi motor penggerak baru bagi sektor pariwisata dan ekonomi di Banyuwangi.
“Alhamdulillah, konektivitas antara Banyuwangi dengan kota-kota besar di Pulau Jawa semakin bertambah. Setelah Jakarta dan Malang, kini kita terhubung langsung dengan Bandung yang notabene juga kota wisata nasional. Kami berharap ini bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Banyuwangi,” ujar Ipuk usai melepas keberangkatan perdana di Stasiun Ketapang Banyuwangi, Sabtu (02/5/2026).
KA Sangkuriang menawarkan layanan tiga kelas. Mulai dari kelas ekonomi premium, eksekutif, hingga kelas tertinggi yakni Compartment Suites. Adapun total kapasitas yang tersedia sebanyak 456 tempat duduk.
“Mudah-mudahan masyarakat semakin terfasilitasi, baik untuk urusan pendidikan, pekerjaan, maupun wisata, sehingga mampu meningkatkan perekonomian di Banyuwangi,” tambahnya.
Sementara itu, Vice President PT KAI (Persero) Daop 9 Jember, Hengky Prasetyo menjelaskan, perjalanan dari Banyuwangi menuju Bandung memakan waktu sekitar 17 jam 30 menit dengan jarak tempuh kurang lebih 1.002 kilometer.
“KA Sangkuriang berangkat dari Stasiun Ketapang pukul 15.00 WIB dan dijadwalkan tiba di Bandung pada pukul 08.30 WIB,” ujarnya. Sementara keberangkatan dari Bandung pukul 14.45 WIB dan tiba di Ketapang Banyuwangi pukul 06.52 wib.
Rangkaian KA Sangkuriang terdiri atas 1 kereta kompartemen berkapasitas 16 ruang tempat duduk, 4 kereta eksekutif stainless steel 200 kursi (50 seat) dan 3 kereta ekonomi premium stainless stell sebanyak 240 kursi (80 seat).
Secara keseluruhan, sambung dia, di wilayah Daop 9 Jember, total penumpang untuk keberangkatan perdana ini mencapai 495 orang (109%) dari total kapasitas. Rincian okupansi meliputi kelas Compartment 12 penumpang (75%), Eksekutif SS 189 penumpang (95%), dan Ekonomi SS yang mencapai 294 penumpang (123%) termasuk adanya penumpang parsial atau dinamis (estafet).
“Semoga kedepan okupansi KA Sangkuriang berlanjut bagus dan bisa mendukung pariwisata dari kota-kota yang terhubung,” papar Hengky.
Ia menambahkan, keunggulan fasilitas dan rangkaian Terbaru KA Sangkuriang hadir dengan rangkaian yang modern untuk menjamin kenyamanan maksimal bagi berbagai segmen pelanggan. Fasilitas penunjangnya dilengkapi dengan 1 kereta restorasi untuk layanan kuliner selama perjalanan dan 1 kereta pembangkit.
Terkhusus di Compartment Suites ada fasilitas lengkap. Di antaranya mencakup kursi reclining hingga 180 derajat (bisa tidur rata), privasi, massage function, televisi, legrest, serta layanan makanan dan minuman eksklusif selama perjalanan.
Salah satu penumpang, Edo Permana (27) asal Surabaya mengatakan, kehadiran KA Sangkuriang sangat positif karena menghubungkan dua kota wisata. Ditambah layanan yang diberikan, khususnya pada kelas Compartment Suites yang nyaman dengan fasilitas lengkap selama perjalanan.
“Layanannya bagus, terutama di kelas suite kompartemen. Full service, dapat makan, fasilitas di dalam kabin juga lengkap,” tambahnya.
Edo sebelumnya telah menjajal perjalanan perdana KA Sangkuriang dari Bandung menuju Banyuwangi. Selama singgah, ia menyempatkan menikmati Sego Tempong khas daerah ini, sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju Surabaya.
“Saya memang suka bepergian. Apalagi Banyuwangi, kulinernya enak-enak, wisatanya juga bagus-bagus. Kalau ke Banyuwangi saya paling suka nasi tempong. Wisatanya juga banyak seperti Ijen, Pantai Merah, Alas Purwo, dan banyak lagi,” tutur dia.
Editor: 5093N9













