Pringsewu, Metrozone.net, —
Warga setempat akan memperbaiki jembatan yang rusak akibat banjir pada awal tahun ini. Respons Pemerintah Kabupaten, Provinsi atau Pusat yang dinilai lambat membuat warga membangun secara swadaya jembatan yang sempat rusak parah akibat banjir sungai di Pekon Margosari, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu Lampung, Sabtu (28/02/2026).
Pembangunan jembatan secara swadaya tersebut akan dilakukan karena warga sangat membutuhkan jembatan tersebut. Soalnya, jembatan itu menghubungkan tiga pekon yakni Pekon Margosari, Pekon Banyuwangi, dan Pekon Giri Tunggal. Warga menggunakan jembatan tersebut saat mengangkut hasil bumi, belanja ke pasar, bekerja, hingga sekolah dan jalan menuju kantor Pekon/Desa.
Rusaknya jembatan akibat banjir luapan sungai Pekon Margosari membuat warga kesulitan bepergian. Opsi akses lain sebetulnya tersedia, yaitu dengan melintasi jalur jembatan darurat yang menyambung ke jalan Kabupaten. Namun, jalur tersebut lebih jauh dan bisa makan waktu sekitar 10–15 menit untuk menempuhnya dikarenakan jalan rusak parah.Sementara itu, jika menggunakan jembatan permanen yang rusak ini, waktu tempuh warga yang ingin menuju Jalan Raya hanya sekira sepuluh menit.
Pembangunan jembatan sebetulnya bisa dilakukan Pemerintah. Persoalannya, pemkab dinilai lamban mengatasi persoalan putusnya akses warga itu. “Pasti lambat,” ucap HR kepada awak media Metrozone.net.
Padahal, warga sangat membutuhkan jembatan itu untuk beraktivitas. “Warga ada berdagang, sekolah, kerja dan petani,” ujarnya.
Warga pun merundingkan rencana pembangunan jembatan secara swadaya masyarakat dengan kesepakatan bersama per KK iuran Rp.50.000, 00. Selepas jembatan rusak cukup parah. Warga kemudian mengumpulkan dana untuk keperluan membeli material pembangunan jembatan rusak tersebut.
HR menjelaskan untuk sementara baru terkumpul material batu belah di lokasi jembatan yang hampir roboh serta rusak cukup parah.
(Epy)



