Meulaboh (METROZONE.net) – Tokoh Muda Aceh Barat, T. Ediman Saputra, SH, mengecam keras kasus pengeroyokan brutal terhadap seorang pemuda asal Simeulue, Provinsi Aceh. Korban yang bernama, Arjuna Tamaraya (21) harus merenggang nyawa setelah di keroyok sejumlah pemuda di area Masjid Agung Sibolga yang terjadi pada Sabtu tanggal 1 November 2025
Kami atasnama pemuda Aceh Barat turut berdukacita sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara kami, Arjuna Tamaraya, salah seorang pemuda asal Kabupaten Simeulue akibat aksi pengeroyokan sadis yang terjadi di Masjid Agung Sibolga, hingga menyebabkan seorang mahasiswa yatim piatu tewas
Dalam pernyataannya, Ediman sangat menyesalkan tindakan brutal yang tidak hanya menodai kesucian rumah ibadah, tapi juga merenggut nyawa seorang anak muda tak berdaya yang hidup di perantauan
“Ini tindakan biadab dan tidak manusiawi. Saya minta aparat kepolisian disana agar mengusut tuntas sampai ke akar-akarnya, siapa pun dalangnya. Hukum seberat-beratnya para pelaku agar ada efek jera dan jadi pembelajaran bagi yang lain.
“Jangan mudah sekali menghilangkan nyawa seseorang, apalagi korban ini seorang mahasiswa yatim piatu, yang hidup di perantauan,” tegas Ediman Saputra, SH, yang juga Humas Forum Masyarakat Aceh Barat (FORMAT)
Seperti diketahui, Seorang pemuda asal Kabupaten Simeulue, bernama Arjuna Tamaraya meninggal dunia usai diduga dianiaya sekelompok pemuda di area Masjid Agung Sibolga, Sabtu (1/11/2025), dini hari. Korban diketahui berasal merupakan warga Simeulue, Provinsi Aceh, tinggal di Desa Bunga, Kecamatan Salang, dan bermalam di masjid tersebut karena masa sewa kosnya telah berakhir.
Paman korban, Nata Safandi, menjelaskan bahwa keponakannya hanya berniat menumpang tidur di Masjid dan sudah meminta izin kepada warga sekitar. Namun sekitar pukul 04.00 WIB, menjelang waktu Subuh, Arjun ditegur oleh seorang pemuda yang kemudian berujung pada perdebatan hingga pengeroyokan.
“Setelah ditegur, pelaku memanggil beberapa rekannya dan bersama-sama melakukan pemukulan hingga Arjun tidak sadarkan diri,” ujar Nata Safandi.
Berdasarkan rekaman CCTV, terlihat sekitar enam orang yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut. Usai pemukulan, korban diduga diseret keluar dari area masjid oleh para pelaku.
Penulis : Almanudar






