Pesawaran, Metrozone.net,-
Upaya memastikan transparansi dan kualitas pembangunan Team Investigasi LSM TRINUSA Pesawaran , melakukan crosscheck pekerjaan rehabilitasi jembatan pada ruas Kedondong – Pardasuka yang berada di wilayah Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran senin (17/11/2025)
Amir ketua LSM Trinusa Pesawaran menuturkan,
Kegiatan pengecekan ini dilakukan setelah adanya pemasangan papan informasi proyek oleh Dinas Bina Marga Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung yang memuat data kontrak, waktu pekerjaan, serta nilai anggaran. Proyek dengan nilai Rp788.141.000 tersebut memiliki masa kontrak 90 hari kalender sejak 28 Agustus 2025 hingga 20 November 2025, serta melibatkan CV. Dwi Baskoro sebagai penyedia jasa dan CV. Madifa Persada sebagai konsultan pengawas.
Lebih jauh Amir menjelaskan,
bahwa kunjungan lapangan (Investigasi),ini merupakan bagian dari fungsi lembaga dalam mengawal penggunaan anggaran pemerintah agar tetap tepat mutu dan tepat sasaran. Menurutnya, setiap pekerjaan konstruksi yang dibiayai APBD maupun APBN wajib diawasi secara objektif guna memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis (spek) yang telah ditetapkan dalam dokumen kontrak.
Dalam pengecekan tersebut, Amir dan tim melakukan verifikasi sejumlah titik pekerjaan, termasuk kondisi struktur jembatan, material yang digunakan, serta metode pelaksanaan di lapangan. Ia menegaskan bahwa langkah ini dilakukan secara profesional demi mendorong agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai standar, tanpa bermaksud mengintervensi teknis pekerjaan yang menjadi kewenangan penyedia dan konsultan.
Lebih lanjut, Amir menyampaikan bahwa hasil monitoring awal menunjukkan pekerjaan diduga sedang dilaksanakan mengikuti spek yang tertera. Namun demikian, ia menegaskan bahwa penilaian akhir terkait kesesuaian teknis tetap berada pada pihak konsultan pengawas dan instansi BMBK Provinsi Lampung selaku pemilik kegiatan.
Amir ,juga mengingatkan bahwa setiap pembangunan infrastruktur harus mengedepankan kualitas agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Ia mendorong penyedia jasa untuk bekerja maksimal sesuai ketentuan sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari, baik dari sisi ketahanan konstruksi maupun penggunaan anggaran.
Selain itu, Amir menyampaikan apresiasi atas keterbukaan informasi yang tercantum pada papan proyek, sebab hal tersebut memudahkan masyarakat untuk mengetahui detail pekerjaan, nilai anggaran, hingga pihak pelaksana. Transparansi tersebut menurutnya menjadi pintu awal kontrol publik untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana.
Dengan adanya monitoring ini, Amir berharap semua stakeholder dapat terus bersinergi dalam menciptakan pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan akuntabel. Ia menegaskan bahwa lembaga tempatnya bernaung akan terus berkomitmen melakukan pengawasan sosial agar proyek pemerintah, khususnya di Kabupaten Pesawaran, benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
(Red/Tim)

