Siswa SD Desa Canggai Belajar di Polindes Usai Jembatan Gantung Putus Diterjang Banjir

Meulaboh (Metrozone.net) – Kondisi pendidikan di Desa Canggai, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, kian memprihatinkan sejak putusnya akses jembatan gantung penghubung desa Canggai-Jambak di wilayah setempat pasca diterjang banjir besar yang terjadi pada November 2025 lalu.

Sejak putusnya akses jembatan gantung tersebut, puluhan anak Sekolah Dasar (SD) di Gampong Canggai kini terpaksa melangsungkan kegiatan belajar mengajar di bangunan Pos Bersalin Desa (Polindes) dengan fasilitas yang sangat terbatas.

​Kondisi ini digambarkan sangat miris oleh warga setempat, tanpa gedung sekolah yang memadai, para siswa harus berbagi ruang di Polindes yang semestinya berfungsi sebagai fasilitas kesehatan. Kurangnya sarana pendukung membuat proses transfer ilmu tidak berjalan optimal, namun hal ini menjadi satu-satunya pilihan agar anak-anak tidak putus sekolah akibat tidak bisa menyeberangi sungai.

​”Kondisinya sangat memprihatinkan. Anak-anak belajar di ruang seadanya di Polindes karena jembatan yang menjadi akses ke sekolah sudah tidak ada lagi,” ujar salah satu warga gampong Canggai

Warga setempat sangat berharap kepada pemerintah agar jembatan gantung yang putus pasca diterjang banjir besar tahun lalu segera dibangun, karena selain menghambat akses pendidikan, kesehatan, juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat terutama petani dan pekebun yang membawa hasil panen.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat, Fadly Octora, menyatakan bahwa Pemkab Aceh Barat telah mengambil langkah koordinasi dan telah mengajukan permohonan kepada Kementerian PU untuk tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa Tim P2JN Aceh pun telah turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan survei pada 15 Maret 2026.

​Meski demikian, kata Fadly, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai tanggal pasti dimulainya pengerjaan fisik.

Ia menjelaskan bahwa perbaikan kembali jembatan gantung Desa Canggai ini telah dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Dana Rehab Rekon (R3P) BNPB bersama 8 jembatan lainnya di Kabupaten Aceh Barat yang rusak pasca bencana banjir besar tahun lalu

​Fadly Octora mengakui bahwa pihaknya masih menunggu lampu hijau dari pemerintah pusat. Walaupun usulan sudah disampaikan secara resmi, hingga saat ini belum ada respons balik dari Kementerian PU terkait jadwal realisasi pembangunan kembali Jembatan yang mengalami kerusakan parah pasca bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025 tahun lalu.

​”Kita sudah memohon ke Kementerian PU untuk dibangun pada tahun 2026 ini, tetapi sampai saat ini belum ada respons dari pemerintah pusat,” jelas Fadly, Selasa (7/4-2026)

​Masyarakat Desa Canggai sangat berharap pemerintah pusat segera bergerak cepat. Tanpa jembatan, bukan hanya pendidikan yang lumpuh, tetapi juga urusan ekonomi dan kesehatan warga yang kian terisolasi (*)

Penulis: Almanudar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *