SUNGAILIAT — Penambang rakyat di Bangka Belitung mengeluhkan sulitnya menjual hasil tambang. Mereka menyebut kolektor atau pengepul enggan membeli karena takut dianggap bermasalah.
“Kami ini hidup dari timah, jangan sampai penambang rakyat ditakut-takuti. Tidak ada larangan dari PT Timah, tapi kolektor takut membeli. Itu yang jadi masalah,” kata salah seorang penambang di kawasan, Sabtu, 13 September 2025.
Menyikapi permasalahan tersebut DPRD Kepulauan Bangka Belitung menyatakan siap membawa persoalan harga timah ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Langkah ini diambil setelah mendengar keresahan penambang rakyat yang kesulitan menjual hasil tambang.
“Peningkatan harga bukan domain PT Timah, melainkan kewenangan Kementerian ESDM. Maka kami akan segera menghadap untuk meminta kejelasan harga real timah rakyat,” kata Ketua DPRD dalam rapat evaluasi bersama PT Timah.




