Jember, Metrozone.net– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember terus mengoptimalkan program pembinaan kepribadian bagi warga binaan sebagai bagian dari upaya membentuk karakter yang positif, pada Rabu (11/03/2026).
Program ini dilaksanakan secara terstruktur dan berkelanjutan guna menanamkan nilai moral, spiritual, serta meningkatkan kesadaran diri selama menjalani masa pembinaan.
Pembinaan kepribadian diwujudkan melalui berbagai kegiatan keagamaan yang diikuti warga binaan sesuai agama dan keyakinan masing-masing. Bagi warga binaan beragama Islam, kegiatan pembinaan dilaksanakan melalui sinergi bersama Kementerian Agama Kabupaten Jember dan Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) yang secara rutin memberikan bimbingan serta penguatan nilai-nilai keislaman.
Dalam pelaksanaannya, warga binaan beragama Islam mendapatkan pembinaan berupa pendalaman Al-Qur’an serta materi Fiqih Ibadah dan Fiqih Muamalah. Pada bulan suci Ramadhan, kegiatan tersebut diintensifkan melalui sholat Isya dan Tarawih berjamaah serta tadarus Al-Qur’an di Masjid Al-Ikhlas bersama Kementerian Agama Kabupaten Jember dan Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) Jember, disertai tausiyah untuk memotivasi warga binaan memperbaiki diri.

Sementara itu, pembinaan kerohanian bagi warga binaan beragama Nasrani juga dilaksanakan secara rutin dengan menghadirkan pembimbing rohani dari persatuan gereja. Kegiatan ibadah meliputi puji-pujian, renungan firman, serta doa bersama sebagai sarana memperkuat iman sekaligus membangun karakter yang lebih baik.
Kalapas Jember, RM. Kristyo Nugroho, menegaskan bahwa pembinaan kepribadian merupakan bagian penting dalam proses Pemasyarakatan. “Melalui pembinaan kepribadian, khususnya di bidang keagamaan, kami berharap warga binaan dapat meningkatkan kesadaran diri, memperbaiki kesalahan di masa lalu, serta memiliki komitmen untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan tidak mengulangi pelanggaran hukum saat kembali ke masyarakat,” ungkap Kalapas.
Salah satu pengajar dari Kementerian Agama Kabupaten Jember, Badrud Tamam, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan ini tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan agama, tetapi juga menanamkan perubahan sikap dan perilaku. “Kami berharap ilmu yang diberikan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti,” ungkap Badrud.
Salah seorang warga binaan berinisial, ADL, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan pembinaan tersebut. “Kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin memberikan ketenangan batin serta memotivasi diri untuk berubah menjadi pribadi yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Melalui pembinaan yang dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan, Lapas Jember berkomitmen membentuk warga binaan yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki bekal moral dan spiritual yang kuat sehingga siap kembali berintegrasi dengan masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, produktif, dan bertanggung jawab.
Editor: 5093N9







