Kualitas Diakui, Tempe Produksi Lapas Narkotika Karang Intan Mulai Dilirik Calon Mitra Usaha

Karang Intan, Metrozone.net

Upaya Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam mengembangkan kemandirian warga binaan kembali mendapat respons positif dari masyarakat. Pada Sabtu (29/11), salah satu keluarga warga binaan yang datang berkunjung menyatakan minat untuk menjalin kemitraan usaha dagang dengan membeli dan menjual kembali produk tempe hasil karya program Giatja Lapas.

Minat tersebut disampaikan langsung saat jam kunjungan berlangsung. Produk tempe yang diproduksi oleh warga binaan selama ini memang dikenal berkualitas dan memiliki pasar yang stabil di lingkungan sekitar Lapas. Sebagai langkah awal dari kerja sama ini, pihak keluarga membeli 30 tempe bungkus daun dan 11 tempe panjang untuk dijual kembali di lingkungan tempat tinggal mereka.

Petugas Giatja Lapas memberikan penjelasan detail mengenai kualitas tempe, proses produksi, kapasitas harian, serta mekanisme pemesanan apabila kerja sama akan dilanjutkan secara rutin. Pendampingan ini diberikan guna memastikan calon mitra memahami alur usaha serta potensi keberlanjutannya.

Kalapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menyambut baik ketertarikan masyarakat untuk bermitra dengan Lapas. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa produk pembinaan warga binaan telah diterima dan dipercaya publik.

“Kami sangat mengapresiasi ketertarikan keluarga warga binaan untuk menjadi mitra penjualan tempe produksi Lapas. Ini bukti bahwa hasil karya warga binaan memiliki nilai dan kualitas yang bisa bersaing. Kerja sama seperti ini sangat penting untuk mendukung keberlanjutan program kemandirian,” ujar Kalapas.

Sementara itu, Nisa keluarga warga binaan yang membeli produk tempe mengungkapkan alasannya tertarik menjalin kemitraan.

“Tempenya enak, higienis, dan kualitasnya bagus. Saya melihat peluang usaha dari produk ini karena banyak yang suka tempe fresh. Selain membantu usaha keluarga, saya juga ingin mendukung hasil karya warga binaan,” ujar Nisa.

Dengan adanya minat dari masyarakat untuk menjadi mitra dagang, Lapas Narkotika Karang Intan berharap program pemberdayaan dan produksi tempe ini terus berkembang serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga binaan setelah selesai menjalani masa pidana. (rhs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *