Suka Makmue (METROZONE.net) – Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya mencatat kerugian sementara kerusakan sekolah pasca Banjir bandang yang melanda Beutong Ateuh Banggalang mencapai Rp13.670.000.000.00.
Adapun sekolah yang mengalami kerusakan diantaranya SD Negeri 1 Beutong Ateuh, SD Negeri 2 Beutong Ateuh dan SMP Negeri Beutong Ateuh Banggalang dengan jumlah kerugian yang dialami bervariasi sesuai tingkat kerusakannya
Kadis Pendidikan Kabupaten Nagan Raya, Zulkifli, S.Pd, mengatakan adapun estimasi kerugian tiga sekolah akibat terjangan bandang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang itu mencapai 13,67 Milliar dengan rincian SDN 1 Beutong Ateuh mencapai Rp4.355.000.000,- dengan rincian RKB dengan perabotnya, Perpustakaan dengan perabotnya, UKS dengan perabotnya, Toilet, ruang administrasi dan perabotnya, pagar dan rumah guru
Sementara untuk SDN 2 Beutong Ateuh kerugian mencapai Rp4.355.000.000,- sama seperti kerugian yang dialami oleh SDN 1 Beutong Ateuh
Selanjutnya untuk SMPN Beutong Ateuh Banggalang kerusakan sekolah mengalami kerugian mencapai Rp4.960.000.000,- yang meliputi kerusakan RKB dan perabotnya, perpustakaan dan perabotnya, Toilet, kantor/administrasi beserta perabotannya, pagar, Lab komputer dan UKS beserta perabotannya
Angka kerugian kerusakan tiga sekolah imbas banjir bandang yang melanda Beutong Ateuh masih bersifat sementara atau belum final
“Data kerugian ini masih bersifat sementara dan bisa saja berubah karena perlu lagi dilakukan verifikasi lapangan secara detail untuk mendata kerugian yang dialami,” terangnya
Untuk kecamatan Tripa Makmur dan Darul Makmur yang mengalami bencana banjir serupa sampai saat ini belum ada laporan dari pihak sekolah yang disampaikan kepada Dinas Pendidikan karena saat ini sedang dilakukan perhitungan,” ujar Zulkifli, Sabtu (29/11-2025)
Mengingat alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan sarana pendidikan cukup besar, nanti kita akan berkoordinasi dengan bapak Bupati TR. Keumangan dan juga pihak DPRK Nagan Raya untuk mencari solusi. Atau kemungkinan besar juga pemerintah daerah akan melaporkan kepada Kemendikdasmen untuk langkah perbaikan sarana pendidikan ini,’ tuturnya
Zulkifli menambahkan dampak bencana banjir bandang yang menerjang kecamatan Beutong Ateuh Banggalang telah menghambat proses belajar mengajar di tiga sekolah yang terdampak tersebut, dan untuk sementara sekolah terpaksa diliburkan sampai kondisi benar-benar pulih sampai waktu yang belum ditentukan,” demikian Zulkifli
Penulis: Almanudar








