Aceh Barat (METROZONE.net) – Kapok Sahli Kodam IM Brigjen TNI Dr. Bambang Sulistyo Hery, S.Sos., M.Han., sampaikan presentasi Kuliah Umum pertahanan semesta dan bela negara di Aula Gedung Auditorium Universitas Teuku Umar (UTU) Jalan Alue Peunyaring Desa UTD Kecamatan Meureubo, Rabu (4/2/2026)
Kuliah Umum yang mengusung tema “Pertahanan Semesta dan Bela Negara Dalam Kampus”, ini juga tampak dihadiri oleh Kasrem 012/TU Letkol Inf Hendra Mirza, S.E., M.Si., Dandim 0105/Abar Letkol Inf S Kembaren,S.E.,M.I.P.,CFrA., Rektor UTU Prof. Dr. Drs. Ishak Hasan, M.Si., serta civitas akademika Universitas Teuku Umar, dan ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Teuku Umar menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapok Sahli Kodam IM beserta jajaran yang senantiasa aktif berkolaborasi dalam kegiatan pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan bagi generasi muda. Kuliah Umum yang disampaikan oleh Kapok Sahli akan menjadi bekal yang berharga dalam memajukan dunia pendidikan serta meningkatkan SDM dari Ujung Barat Aceh.
Kemudian dalam acara inti Kuliah Umum, Kapok Sahli menyampaikan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) dalam menjaga situasi keamanan melalui wadah pertahanan negara dan bela negara, khususnya di tengah tantangan era digital.
“Pertahanan negara adalah suatu usaha mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa dari berbagai ancaman dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dalam negeri. Untuk di Indonesia, sistim pertahanan negara adalah Sishanta dengan 3 (tiga) komponen yakni komponen utama, komponen cadangan dan komponen pendukung”, terang Kapok Sahli
Selanjutnya kita juga wajib mengetahui apa itu bela negara, dimana bela negara merupakan penguatan peran segenap komponen masyarakat dalam pertahanan negara, termasuk para mahasiswa.
“Melalui kesempatan baik ini, saya mengajak kepada seluruh Mahasiswa untuk mendukung program unggulan Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, seperti Asta Cita dan pembangunan Yon TP untuk Ketahanan Pangan ditiap Kabupaten/Kota. Mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam menyebarkan pesan-pesan positif dan mencegah penyebaran informasi hoaks. Ciptakan iklim akademik yang produktif, serta jaga persatuan dan kedamaian di Aceh,” tegas Kapok Sahli
(Almanudar)






