Karang Intan, Metrozone.net —
Suasana penuh kehangatan dan semangat tampak di Saung SAE 1 Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan saat alunan seni panting menggema dalam sesi latihan warga binaan, Rabu (26/11). Kegiatan yang dipandu Kasubsi Bimker Lohasker, Ferry Maydani beserta staf ini menjadi salah satu aktivitas pembinaan unggulan yang mengangkat kekayaan budaya Banjar. Menariknya, Kalapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, turut bergabung bermain panting bersama warga binaan, menambah energi positif dalam latihan.
Panting alat musik petik khas Kalimantan Selatan menjadi pusat kegiatan. Diiringi perpaduan vokal, biola, gitar, drum elektrik, dan marawis, warga binaan menampilkan komposisi musik yang harmonis. Meski berbalut sentuhan modern, identitas kuat musik tradisional tetap dipertahankan.
Kekompakan para pemain tampak semakin matang. Petikan panting yang ritmis, harmonisasi vokal, serta perpaduan instrumen menciptakan suasana latihan yang hidup dan menyenangkan. Di tengah latihan, Kalapas Yugo tidak hanya ikut bermain, tetapi juga memberikan masukan langsung kepada para pemain mengenai tempo, dinamika permainan, hingga kekompakan antar-instrumen untuk menciptakan harmoni yang lebih solid.
“Seni panting adalah warisan budaya Banjar yang harus terus dijaga dan diwariskan. Ketika kita ikut bermain bersama, ada nilai kebersamaan dan semangat pelestarian budaya yang tumbuh. Warga binaan tidak hanya belajar musik, tetapi juga belajar disiplin, kekompakan, dan ekspresi diri yang positif,” ujar Kalapas Yugo usai latihan.
Keterlibatan Kalapas dalam bermain panting dan memberi arahan langsung disambut hangat oleh warga binaan yang merasa termotivasi dan semakin percaya diri. Seorang warga binaan yang menjadi pemain panting turut mengungkapkan rasa bangganya.
“Kalapas ikut bermain dan memberi masukan kepada kami, itu membuat kami merasa dihargai. Panting membuat kami merasa dekat dengan kampung halaman dan memberikan ketenangan. Terima kasih kepada Lapas yang memberi ruang bagi kami untuk belajar dan berkarya,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung lancar dengan suasana kekeluargaan dan penuh semangat. Lapas Narkotika Karang Intan berharap seni panting dapat terus menjadi identitas pembinaan budaya, sekaligus ruang kreatif bagi warga binaan untuk mengembangkan bakat dan membangun karakter secara positif. (rhs)






