Jakarta, Metrozone.net– Menghadapi puncak arus balik Lebaran 2026, Korlantas Polri telah menyiapkan sejumlah strategi rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan kendaraan yang diprediksi mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah.
Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryo Nugroho, mengungkapkan bahwa peningkatan volume kendaraan sudah mulai terlihat di sejumlah wilayah, khususnya kawasan Jabodetabek, Semarang Raya, hingga Yogyakarta. Kepadatan juga terjadi di jalur arteri serta kawasan wisata dan pusat perbelanjaan.
“Memang sudah terjadi peningkatan arus kendaraan dibandingkan hari sebelumnya, terutama di wilayah-wilayah padat dan destinasi wisata,” ujarnya.
Berdasarkan data traffic counting, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026, dengan jumlah kendaraan yang kembali ke arah Jakarta mencapai 3,5 juta unit. Angka ini jauh melampaui puncak arus mudik tertinggi sebelumnya yang berada di kisaran 270 ribu kendaraan per hari.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Korlantas telah menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas, di antaranya pemberlakuan sistem one way nasional yang rencananya dimulai pada 24 Maret pukul 14.00 WIB.
Selain itu, rekayasa lalu lintas juga akan dilakukan secara situasional, seperti one way lokal dari KM 188 hingga KM 70 di ruas Tol Trans Jawa, serta contraflow dari KM 70 menuju KM 55 apabila terjadi peningkatan volume kendaraan secara signifikan.
“Langkah ini bersifat dinamis. Kami akan melihat rasio volume kendaraan di lapangan. Jika terjadi lonjakan, maka rekayasa lalu lintas akan segera diberlakukan untuk mempercepat arus kendaraan menuju Jakarta,” jelasnya.
Tak hanya itu, Korlantas juga mengantisipasi potensi kepadatan akibat parkir liar di bahu jalan serta keluar-masuk kendaraan di rest area, yang sebelumnya menjadi salah satu penyebab kemacetan saat arus mudik.
Pengamanan akan diperkuat melalui skema Satgas Operasi Ketupat 2026 dengan fokus pada pengaturan lalu lintas di jalur tol, arteri, hingga kawasan wisata dan pusat keramaian.
Kakorlantas Polri juga mengimbau masyarakat agar tidak terfokus melakukan perjalanan balik pada tanggal puncak. Pemudik disarankan untuk mengatur waktu perjalanan secara lebih fleksibel, seperti pada tanggal 25 hingga 27 Maret, guna menghindari kepadatan ekstrem.
“Jangan menumpuk di tanggal 24. Silakan manfaatkan tanggal 25, 26, atau 27 agar perjalanan lebih nyaman dan lancar,” imbaunya.
Dengan berbagai strategi tersebut, diharapkan arus balik Lebaran tahun ini dapat berjalan lebih tertib, aman, dan lancar, meskipun dihadapkan pada volume kendaraan yang jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Editor: 5093N9






