METROzone.net _ MESUJI, 17 November 2025 – Kabar meresahkan menyebar cepat di Kabupaten Mesuji, Lampung, hari ini. Beredar informasi viral mengenai temuan dan peredaran uang palsu dalam jumlah signifikan di beberapa kecamatan, memicu kekhawatiran di kalangan pedagang dan masyarakat luas.
Temuan uang palsu ini dilaporkan terjadi di transaksi harian, terutama di pasar tradisional dan warung-warung kecil di Kecamatan Way Serdang, Mesuji Timur, Tanjung Raya, dan simpang pematang Modus yang digunakan pelaku diduga dengan menyisipkan uang palsu di antara uang asli saat bertransaksi, memanfaatkan kelengahan masyarakat.
Seorang pedagang di Pasar Simpang Mesuji, Ibu Siti Amalia , mengaku baru menyadari uang pecahan Rp100.000 yang diterimanya palsu setelah membandingkannya dengan uang lain. “Awalnya tidak curiga, karena ramai. Tapi setelah sepi dan saya raba, kertasnya beda dan warnanya pudar. Saya langsung lapor ke tetangga sebelah,” ujarnya.
Menyikapi situasi ini, Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya jajaran Polres Mesuji, diminta segera bergerak cepat untuk menelusuri sumber dan menindak tegas para pelaku.
“Kami mendesak pihak kepolisian untuk segera membentuk tim khusus. Peredaran uang palsu ini sangat merugikan ekonomi rakyat kecil, terutama menjelang akhir tahun. Tangkap pelakunya sampai ke akar-akarnya,” tegas Bapak Rahmat, salah satu tokoh masyarakat setempat.
Masyarakat menantikan langkah konkret dari kepolisian untuk mengusut tuntas sindikat di balik peredaran uang palsu yang meresahkan ini.
Kepolisian Resor Mesuji melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Prenanta Al Ghazali, S.T.K. telah mengeluarkan himbauan resmi agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
Berikut adalah tips praktis untuk menghindari kerugian akibat uang palsu:
3D (Dilihat,diraba,ditrawang)
Pastikan warna uang tidak pudar, terdapat benang pengaman, dan gambar tersembunyi (rectoverso) logo BI terlihat utuh ketika diterawang.
Rasakan tekstur kertas uang yang cenderung kasar dan tebal, serta rasakan kode tuna netra (blind code) di tepi uang yang kasar.
Terawang ke arah cahaya untuk melihat tanda air (watermark) berupa gambar pahlawan dan benang pengaman yang tertanam dalam kertas.
Kurangi transaksi di tempat yang kurang cahaya atau dalam kondisi terburu-buru. Selalu periksa uang kembalian.
Jika menemukan uang yang dicurigai palsu, jangan mencoba mengedarkannya kembali. Segera laporkan ke bank terdekat atau kantor polisi.
“Kewaspadaan adalah kunci. Kami berharap masyarakat Mesuji dapat bekerja sama dengan APH untuk memberantas peredaran uang palsu ini demi menjaga stabilitas ekonomi daerah,” tutup himbauan tersebut.



