Banyuwangi, Metrozone.net– Harapan besar untuk mendongkrak sektor pariwisata di Banyuwangi melalui Agro Wisata Taman Suruh (AWT) yang mempunyai luas 10 hektar yang dibangun dengan anggaran fantastis sebesar 25 miliar rupiah, kini hanya menyisakan kekecewaan. Proyek yang dulunya digadang-gadang sebagai ikon baru ini, terpantau terbengkalai dan tidak terawat, mengundang keprihatinan masyarakat.
AWT, yang berlokasi di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah,Banyuwangi, sebelumnya dirancang dengan arsitektur bangunan yang mewah dan dihiasi berbagai jenis bunga yang indah nan warna warni, menjanjikan pengalaman wisata yang unik. Namun, kondisi terkini menunjukkan ekspektasi tersebut jauh dari kenyataan. Kawasan yang seharusnya menjadi magnet wisata kini justru terlihat kumuh dan tidak sedap dipandang.
Dalam hal ini, Ketua aliansi rakyat miskin (ARM) Helmy Rosadi mengungkapkan kekecewaannya, atas terbengkalainnya tempat wisata ini.Dulu kita bangga sekali dengan AWT ini, desainnya bagus, bunga-bunganya cantik.Tapi sekarang lihat saja, terbengkalai.
“Padahal kalau dibuka lagi, pemasukan dari tiketnya pasti bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banyuwangi,” ujarnya Helmy mengungkapkan rasa kecewanya saat melihat kondisi AWT yang mangkrak ini, (2/2/2026).
Lanjut, Helmy menerangkan Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas pengelolaan dan pemanfaatan aset daerah yang telah menelan biaya miliaran rupiah. Selain potensi pendapatan yang hilang, terbengkalainya AWT juga berarti hilangnya peluang kerja bagi masyarakat sekitar dan terhambatnya pertumbuhan ekonomi lokal yang seharusnya bisa ditopang oleh sektor pariwisata.
“Maka dari itu, saya mendesak Bupati Banyuwangi untuk segera mengambil tindakan konkret. Revitalisasi AWT tidak hanya sekadar mengembalikan keindahan tempat ini, tetapi juga merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan kembali investasi besar yang telah dikeluarkan, serta mewujudkan visi Banyuwangi sebagai destinasi wisata unggulan yang berkelanjutan,”terang Helmy di depan awak media.
Pewarta: Ganda
Editor: 5093N9






