Dikritik Keras, Suwito Justru Minta Maaf: Aktivis Puji Keberanian..!!! 

Banyuwangi, Metrozone.net- Sikap kenegarawanan Suwito Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi yang berani meminta maaf kepada puluhan Kepala Desa (KADES) patut diacungi jempol dan diberikan apresiasi sebesar-besarnya.

Pasalnya, pada hari senin (17/11) KADES se Banyuwangi mendatangi kantor DPRD untuk melakukan aksi meminta klarifikasi atas pernyataan dari Suwito, yang menyatakan 80 persen Kepala Desa korupsi. Dan dengan gentle Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Banyuwangi turun langsung menemui peserta aksi.

Atas keberaniannya ini, Bondan Madani selaku Ketua Umum Lembaga Diskusi Kajian Sosial (LDKS) Pilar Jaringan Aspirasi Rakyat (PIJAR) memberikan tanggapan. Menurutnya, Ketua Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) ini merupakan sosok seorang pemimpin yang berjiwa kesatria.

“Kami sangat salut dengan beliau, tak banyak orang seperti pak Suwito. Kebanyakan pejabat ketika didemo tidak mau untuk ngantor bahkan menemui peserta aksi. Orang ini lain, dia dengan percaya diri menemui yang melakukan aksi bahkan melakukan klarifikasi,” ucap Bondan Madani, Rabu, 19 November 2025.

Bondan melanjutkan, berbagai spekulasi dan asumsi muncul ketika para KADES melakukan aksi. Karena menurut hematnya, para Kepala Desa tak perlu melakukan aksi turun kejalan. Mereka cukup bersurat saja ke kantor DPRD Banyuwangi agar diagendakan hearing dengan mengundang yang bersangkutan untuk melakukan klarifikasi atas pernyataannya.

“Seperti sedang kebakaran jenggot, apa yang diperlihatkan mereka. Tetapi dengan fenomena ini membuat masyarakat merespon. Seperti yang terlihat di kolom-kolom komentar media sosial khususnya TikTok, banyak menyuarakan agar KADES se Banyuwangi untuk diaudit. Dan hal ini harus menjadi atensi dari Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Banyuwangi,” Ujarnya.

Aktivis yang dijuluki Si Raja Demo ini menegaskan, komentar dari warganet di Media Sosial (MEDSOS) yang menginginkan agar Desa se Banyuwangi diaudit merupakan bentuk dari keresahan masyarakat. Maka dari itu, keresahan tersebut harus tersalurkan dalam bentuk gagasan yang dituangkan dalam gerakan.

“Usulan yang sangat cerdas, dan kami sangat setuju dengan ide itu. Disegerakan saja dilakukan konsolidasi untuk turun kejalan menyampaikan aspirasi di kantor Inspektorat dan KEJARI Banyuwangi.Karena hal ini bisa menjadi pembuktian kepada masyarakat jika para Kepala Desa merupakan orang-orang yang amanah dalam menjalankan tugasnya dan bersih dari tuduhan korupsi,” Tandasnya.

Terakhir, ketika pihak media bertanya kepada Bondan Madani, apakah dirinya akan segera mengkondisikan gerakan dan nantinya menggelar demonstrasi di depan kantor Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Banyuwangi?

Dengan santai Alumni muda Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini menjawab “Bisa saja saya, atau bisa saja orang lain yang membuat dan memimpin gerakan. Tapi jika benar diagendakan turun kejalan dengan mendesak Inspektorat dan KEJARI Banyuwangi untuk melakukan audit terhadap desa Se Banyuwangi, pasti kami akan ikut berpartisipasi dalam gerakan tersebut”. Pungkasnya.

Editor: 5093N9

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *